RSS

PERAN IBU DALAM MEMILIH BACAAN SEHAT UNTUK ANAK

10 Oct

Membaca adalah jendela ilmu pengetahuan yang menjadi kunci peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Jumlah bacaan yang dikonsumsi oleh setiap orang berkorelasi positif dengan tingkat pengetahuan yang dimilikinya. Oleh karena itu membaca sangat dianjurkan di berbagai jenjang pendidikan. Untuk menghasilkan pengetahuan yang baik tentu dibutuhkan bahan bacaan yang bermutu dan sesuai dengan tingkatan usia pembacanya. Karena itu materi bacaan yang tidak sesuai dengan usia pembacanya justru akan merusak alih-alih meningkatkan pengetahuan mereka.

Kondisi inilah yang sering dihadapi dunia pendidikan di Indonesia. Banyak bahan bacaan yang tidak sesuai bahkan tidak layak dikonsumsi oleh anak didik. Sebagai contoh ditemukannya foto artis porno dari Jepang di Lembar Kerja Siswa (LKS) SMP Islam Brawijaya, Mojokerto.  Sebelumnya beberapa buku bacaan anak SD yang mengandung unsur seks ditemukan di SDN 03 Kutowinangun, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Dalam buku tersebut dibahas tentang hubungan seks agar aman dari kemungkinan hamil dan supaya tidak terkena penyakit kelamin. Buku-buku yang mengandung unsur seks tersebut adalah buku berjudul “Ada Duka di Webeng” “Tembelo” “Kembalinya si Burung Camar” dan ” Tidak Hilang Sebuah Nama”. Di Jakarta ada buku berjudul ‘Bang Maman dari
Kali Pasir” yang isinya tidak layak bagi anak SD.

Buku sekolah yang semestinya menjadi ladang ilmu bagi para siswa justru berubah menjadi bahan bacaan tidak sehat yang bisa memberi efek negatif bagi pembacanya. Banyaknya kasus muatan dalam buku sekolah yang tidak sesuai untuk siswa menimbulkan keprihatinan tersendiri. Keberadaan buku-buku tersebut di tangan siswa menunjukkan lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah, penerbit, sekolah dan orang tua. Kondisi ini memunculkan pertanyaan siapakah yang memegang peran dan tanggungjawab untuk memilih bacaan yang sehat untuk anak?

Berbagi Peran dan Tanggungjawab

Masa depan dunia pendidikan menjadi tanggungjawab semua pihak. Demikian halnya upaya untuk memberikan bahan bacaan yang sehat dan bermutu bagi anak juga menjadi tanggungjawab semua pihak. Hadirnya buku sekolah, LKS dan perangkat pendukung pendidikan lainnya berawal dari proses panjang yang melibatkan banyak pihak. Karena itu semestinya ada pembagian peran dan tanggungjawab yang jelas agar mutunya terjamin. Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan berperan sebagai regulator yang menerbitkan aturan sekaligus mengawasi isi, percetakan dan distribusi. Pihak sekolah harus menyeleksi setiap bahan ajar yang masuk. Mereka harus memastikan bahwa bahan ajar tersebut layak untuk dikonsumsi oleh anak didiknya. Seringkali keinginan sekolah untuk menjalin kerjasama dengan penerbit buku membuat mereka mengabaikan kualitas isi. Pihak penerbit buku ajar sekolah juga memegang peran penting untuk membuat buku yang berkualitas. Pemilihan penulis buku dan proses editing yang . Hal lain yang perlu didorong adalah meningkatkan peran guru untuk menyusun LKS dan bahan bahan pelajaran sendiri.  

Peran Ibu

Rumah menjadi benteng terakhir bagi anak sebelum mengkonsumsi bahan ajar yang dibagikan sekolah. Disinilah peran orang tua terutama ibu sangat diperlukan untuk memastikan anak mereka mendapat bahan bacaan yang aman. Ibu adalah sosok terdekat bagi anak yang memegang peran bagi keberhasilan anak-anak mereka di masa depan. Untuk memastikan anak mendapatkan bahan bacaan yang sehat dan aman beberapa hal berikut perlu diperhatikan oleh seorang ibu. Pertama, pastikan bahwa setiap buku sekolah dan bacaan lain yang dibawa anak selalu dalam pengawasan dan seleksi sang ibu. Jangan memberikan ijin kepada anak untuk membaca isi buku-buku tersebut sebelum ibu memastikan isinya aman untuk dikonsumsi. Diskusikan dengan suami dan orang-orang yang menguasai materi buku tersebut agar yakin bahwa isi buku aman bagi anak mereka.

Kedua, biasakan untuk mendampingi anak ketika membaca. Ditengah kesibukan bekerja dan mengurus keluarga sempatkanlah untuk mendampingi anak ketika membaca. Jika kondisi ibu tidak memungkinkan untuk mendampingi mintalah ayah untuk menggantikan peran tersebut. Kolaborasi yang harmonis antara ayah dan ibu akan memberikan peluang lebih banyak bagi pendampingan anak. Mendampingi anak ketika membaca tidak hanya bermanfaat untuk menjalin kedekatan tetapi juga bermanfaat untuk membantu anak memahami isi bacaan. Terkadang ada kata yang tidak dipahami anak sehingga butuh penjelasan dari orang tua. Isi bacaan yang tidak sesuai dengan kondisi psikologis anak juga harus dijelaskan agar mereka tidak terjebak dalam khayalan yang tidak sesuai usia mereka. Pahamilah kemampuan baca anak agar kita bisa membantu mereka dalam memahami bacaan.

Ketiga, bersikap kritis terhadap isi buku dan bacaan anak. Di awal tahun ajaran baru atau awal semester biasanya dibagikan buku dari sekolah sebagai bahan belajar anak. Bersikaplah kritis dengan keputusan sekolah memilih buku-buku tersebut. Tanyakan kepada pihak sekolah alasan pemilihan buku-buku tersebut, mintalah contoh buku yang akan digunakan dalam setiap mata pelajaran dan pelajari dengan seksama. Jangan ragu untuk memberikan usulan, kritikan, dan masukan kepada sekolah jika isi buku yang dibagikan tidak sesuai dengan kondisi anak. Sekali waktu sempatkan untuk melihat dan membaca koleksi perpustakaan sekolah untuk memastikan bahwa koleksi perpustakaan juga aman dibaca anak.

Keempat, memberikan alternatif bacaan lain selain buku sekolah. Saat ini banyak jenis bacaan yang ditawarkan kepada anak. Beragam milis dan diskusi tentang bacaan anak juga marak di dunia maya. Setiap ibu berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka tentang bacaan yang baik bagi anak. Dalam forum seperti ini pengetahuan seorang ibu akan meningkat sehingga bisa merekomendasikan bahan bacaan lain yang relevan untuk mendukung sekolah anak. Materi yang diajarkan di sekolah bisa diperkaya dengan rekomendasi bahan bacaan lain yang aman bagi anak. Biasakan untuk mengajak anak ke toko buku sehingga mereka bisa memperoleh alternatif bacaan lain selin buku paket sekolah.

Pada akhirnya, kewaspadaan dan ketelitian seorang ibu dalam memilih bacaan anak akan memberikan pengaruh signifikan bagi perkembangan pengetahuan mereka. Jadilah seorang ibu yang cerdas dan kritis bagi kebaikan anak-anaknya. Tetaplah memotivasi anak untuk rajin membaca sebagai jendela pengetahuan dunia. Bantulah mereka dengan memberikan bahan bacaan yang sehat dan aman.

 

 
Leave a comment

Posted by on October 10, 2012 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Open Mind

Sabar dan Syukur sebagai bekal kehidupan

HaMaZza's Blog

Berbagi Inspirasi, Cerita & Pengalaman

belalang cerewet

semua dicatat agar awet

momtraveler's Blog

my love ... my life ....

software4ku

Bermacam - macam software dan program, Tips dan trik

Let's remind each other...

..yuk saling mengingatkan..

All Words

Motivation Comes From The Words and Yourself

~Harap dan Terus Berharap~

tak ada yang bisa sobat dapatkan disini selain setetes ilmu dan keinginan untuk merajut benang-benang ukhuwah

Umarat's Blog

"Biasakanlah Yang Benar, Jangan Benarkan Kebiasaan"

Postingan Dunia

Dunia Membutuhkan kita

%d bloggers like this: