RSS

Multikultural, Akulturasi, Pluralisme

07 Nov

Dilihat dari proses terjadinya, proses menjadi multikultural berbeda dengan akulturasi dan akomodasi. Akulturasi atau disebut juga asimilasi adalah konsep untuk merujuk proses di mana seseorang pendatang luar, imigran, aturan kelompok subordinate menjadi menyatu secara tak kentara lagi ke dalam masyarakat tuan rumah yang dominan. Sedangkan akomodasi adalah proses di mana subordinate group menyetujui harapan-harapan dari kelompok masyarakat dominan. Baik dalam asimilasi maupun akomodasi, keduanya mendasarkan pada asumsi adanya kelompok masyarakat yang lemah (subordinate group) dan kelompok masyarakat yang kuat (dominant group). Dalam multikulturalisme, asumsi tentang subordinate dan dominant group tidak ada karena setiap kelompok mempunyai kesempatan yang sama untuk mengekspresikan diri, hidup berdampingan, dan bekerjasama dengan kelompok lain[1].

Dewasa ini ada dua konsep masyarakat majemuk yang muncul dari berbagai hasil penelitian yaitu: (1) konsep “kancah pembauran” (melting pot), dan (2) konsep “pluralisme kebudayaan” (cultural pluralism). Teori kancah pembauran pada dasarnya, mempunyai asumsi bahwa integrasi (kesatuan) akan terjadi dengan sendirinya pada suatu waktu apabila orang berkumpul pada suatu tempat yang berbaur, seperti di sebuah kota atau pemukiman industri. Sebaliknya konsep pluralisme kebudayaan justru menentang konsep kancah pembauran di atas. Menurut Horace Kallen, salah seorang pelopor konsep pluralisme kebudayaan tersebut, menyatakan bahwa kelompok-kelompok etnis atau ras yang berbeda tersebut malah harus di dorong untuk mengembangkan sistem mereka sendiri dalam kebersamaan, memperkaya kehidupan masyarakat majemuk mereka. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsep kancah pembauran hanyalah suatu mitos. Mitos yang tidak pernah menjadi kenyataan, sedang pluralisme kebudayaan menurut berbagai ahli telah mengangkat Amerika Serikat, Cina, Rusia, Kanada, dan India menjadi negara yang kuat. Masyarakat majemuk Indonesia lebih sesuai didekati dari konsep pluralisme kebudayaan, sebab integrasi nasional yang hendak diciptakan tidak berkeinginan untuk melebur identitas ratusan kelompok etnis bangsa kita. Disamping dijamin oleh UUD 45, pluralisme juga diperlukan dalam pembangunan nasional. Masalahnya ialah bagaimana mengelola pluralisme itu dan menjauhkan dampak negatifnya dalam “National Building”[2].

Dalam masyarakat multikultural, konsepnya ialah bahwa di atas pluralisme masyarakat itu hendaknya dibangun suatu rasa kebangsaan bersama, tetapi dengan tetap menghargai, mengedepankan, dan mengembangkan pluralisme masyarakat itu (multiculturalism celebrate culture variety). Dengan demikian, ada tiga syarat bagi adanya suatu masyarakat multikultural, yaitu: 1) adanya pluralisme masyarakat; 2) adanya cita-cita untuk mengembangkan semangat kebangsaan yang sama; 3) adanya kebanggaan mengenai pluralisme tersebut[3].

[1] Dikutip dari tulisan, Multikulturalisme, Demokrasi, Dan Pendidikan, Shodiq M. Hum disampaikan Disampaikan pada pelatihan Pendidikan Multikulturalisme Untuk Guru-guru Madrasah, cemarakita.files.wordpress.com/ diakses, 6/8/2012/11.00

2]Usman Pelly, Pengukuran Intensitas Konflik Dalam Masyarakat Majemuk, Jurnal Antropologi Sosial Budaya ETNOVISI•Vol. 1•No.2•Oktober 2005 hal: 5-6

[3] Dikutip dari tulisan, Multikulturalisme, Demokrasi, Dan Pendidikan, Shodiq M. Hum disampaikan Disampaikan pada pelatihan Pendidikan Multikulturalisme Untuk Guru-guru Madrasah, cemarakita.files.wordpress.com/ diakses, 6/8/2012/11.00

 
Leave a comment

Posted by on November 7, 2012 in Sosial budaya

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Open Mind

Sabar dan Syukur sebagai bekal kehidupan

HaMaZza's Blog

Berbagi Inspirasi, Cerita & Pengalaman

belalang cerewet

semua dicatat agar awet

momtraveler's Blog

my love ... my life ....

software4ku

Bermacam - macam software dan program, Tips dan trik

Let's remind each other...

..yuk saling mengingatkan..

All Words

Motivation Comes From The Words and Yourself

~Harap dan Terus Berharap~

tak ada yang bisa sobat dapatkan disini selain setetes ilmu dan keinginan untuk merajut benang-benang ukhuwah

Umarat's Blog

"Biasakanlah Yang Benar, Jangan Benarkan Kebiasaan"

Postingan Dunia

Dunia Membutuhkan kita

%d bloggers like this: