RSS

Groupthink (Teori Komunikasi)

28 Nov

Menunjukkan suatu mode berpikir sekelompok orang yang sifatnya kohesif (terpadu) ketika usaha-usaha keras yang dilakukan anggota-anggota kelompok untuk mencapai kata mufakat telah mengesampingkan motivasinya untuk menilai alternatif-alternatif tindakan secara realistis.
Suatu situasi dalam proses pengambilan keputusan yang menunjukkan tumbuhnya kemerosotan efisiensi mental, pengujian realitas, dan penilaian moral yang disebabkan oleh tekanan-tekanan kelompok.

Kesepakatan antar anggota kelompok atau kesepakatan kelompok dalam keinginan mereka akan kekompakan dan kesepakatan serta mencapai sebuah tujuan atau keputusan lebih besar motivasinya dibandingkan menilai akan kebenaran keputusan tersebut terhadap moral dan etis kelompok yang berlaku.

Kelompok bisa sangat puas dengan kelompok mereka sendiri.
KOHESIVENESS :
Tingkat dimana minat diantara anggota muncul bersama
Anggota menerima dengan sepenuhnya anggota kelompok
Munculkarena kelmpok sukses menghasilkan solusi yang ditugaskan pada mereka
Asumsi :
Terdapat kondisi-kondisi di dalam kelompok yang mempromosikan kohesivitas tinggi.
Pemecahan masalah kelompok pada intinya merupakan proses yang terpadu.
Kelompok dan pengambilan keputusan oleh kelompok seringkali bersifat kompleks.

Ad 1
Ernest Bormann mengamati bahwa anggota kelompok sering kali memiliki perasaan yang sama atau investasi emosional, maka mereka cenderung untuk mempertahankan identitas kelompok. Pemikirian kolektif ini biasanya menyebabkan sebuah kelompok memiliki hubungan yang baik, tetap bersatu, memiliki semangat kebersamaan dan memiliki kohesivitas tinggi.
Ad 2
Para anggota biasanya berusaha untuk dapat bergaul dengan baik. Dennis Gouran mengamati bahwa kelompok-kelompok rentan terhadap batasan afiliatif (affiliative constraints), yang berarti bahwa anggota kelompok lebih memilih untuk menyimpan masukan atau pendapat mereka daripada mengambil risiko pendapat mereka ditolak.
Menurut Gouran, mereka akan cenderung untuk “memberikan perhatian lebih pada pemeliharaan kelompok daripada isu-isu yang sedang dipertimbangkan”. Oleh karena itu, anggota kelompok lebih tertarik mengikuti pemimpin saat pengambilan keputusan tiba.
Ad 3
Usia, sifat kompetitif, ukuran, kecerdasan, komposisi gender gaya kepemimpinan dan latar belakang budaya dari para anggota kelompok dapat mempengaruhi proses-proses yang terjadi di dalam kelompok.

Seperti misalnya karna banyak budaya yang tidak menghargai komunikasi yang terbuka dan ekspresif, beberapa anggota kelompok akan menarik diri dari perdebatan atau dialog, dan hal ini mungkin dapat membuat anggota kelompok yang lain heran, serta bisa mempengaruhi persepsi dari para anggota kelompok, baik yang partisipatif ataupun yang nonpartisipatif.
Oleh karena itu, kelompok dan keputusan kelompok dapat menjadi lebih sulit, tetapi biasanya melalui kerja kelompok, orang dapat mencapai tujuan mereka lebih baik dan efisien.

Kemungkinan negatif groupthink
Kelompok membatasi diskusi (alternatif2 tidak dieksplorasi lebih luas)
Posisi mereka tidak pernah dicermati kembali (merasa sdh eksis)
Gagal meneliti alternatif yang tidak disetujui mayoritas
Pendapat dari luar tidak dipertimbangkan
Sangat selektif mendapatkan informasi
Percaya diri sehingga tidak mempersiapkan cadangan rencana yang lain
Symtoms
Rasionalisasi setiap tindakan
Moralitas kelompok tidak dipertanyakan
Pemimpin dari luar dianggap jelek
Ketidaksetujuan disensor
Tekanan2 yang diterima anggota kelompok ketika mengekspresikan pendapat yang berlainan
Merasa yang dilakukan sudah benar sehingga tidak perlu mendengar pendapat dari luar.
Ada pengawal bahwa apa yang dilakukan kelompok pasti benar

Menangani Groupthink
Mendorong individu menjadi evaluator ekspresif
Jgan menjadikan pimpinan selalu mempunyai pendapat yang benar
Menyusun beberapa kelompok lain untuk membuat alternatif kebijakan
Membagi kelompok dalam subgrup
Mendiskusikan dengan phak luar

Mengundang pihak luar untuk memberikan gagasan yang segar
Menugaskan individu sebagai seseorang yang selalu membantah
Meluangkan waktu untuk mencermati peringatan dari luar
Selalu menunda memutuskan sesuatu sehingga/sampai benar2 solid
Contoh:
Keputusan Presiden SBY menonaktifkan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan. Keputusan Presiden SBY ini merupakan keputusan kelompok, dimana SBY sebagai pengambil keputusan tertinggi, tidak bisa melepaskan pengaruh kelompok lingkarannya dan juga Partai Demokrat.
Terlepas keputusan ini adalah juga hasil dari tekanan kelompok diluar Partai Demokrat, seperti Partai Golkar, menyusul kasus Bail Out bank century yang kuat sekali tekanan politik terhadap posisi politik Presiden SBY sendiri.

Terlihat bagaimana kader-kader Partai Demokrat mempertahankan keputusan itu secara bersama-sama dan solid pada setiap kesempatan berkomunikasi dengan publik dan media.
Akibat dari diambilnya kebijakan tersebut oleh Presiden SBY, dan dilanjutkan dengan dibentuknya Sekretariat Bersama Partai-Partai Koalisi, dengan Ketua Hariannya adalah Aburizal Bakrie, semakin menguatkan opini pada publik, bahwa Sri Mulyani sengaja dikorbankan oleh Presiden SBY untuk mempertahankan stabilitas kekuasaan dan pemerintahannya dari tekanan oposisi dan Partai-Partai koalisi yang dalam kasus Century berbalik menekan dan bergabung dengan pihak oposisi.

Hal ini semakin merendahkan wibawa Presiden RI dengan mengalah pada tekanan-tekanan politis yang dari sisi hukum positif belum tentu benar. Bahwa keputusan yang diambil tidaklah melalui pertimbangan ahli, mengabaikan pendapat kalangan perbankan dan moneter, dan juga bisa dianggap mengorbankan reformasi birokrasi didalam tubuh kementerian Keuangan yang sedang dijalankan dengan keras oleh Sri Mulyani.
Bagaimana rasa keadilan publik menjadi terganggu, ketika seorang petinggi partai golkar mengatakan bahwa dengan mundurnya Sri Mulyani dan pembentukan Sekretariat Bersama ini, kasus century dapat dihentikan. Hal ini mendukung opini yang berkembang bahwa telah terjadi sebuah transaksi politik pada elit pimpinan negeri ini yang mengarah pada Kartel Politik, dimana pada Kartel Politik, yang dikorbankan adalah rakyat.

Pada akhirnya, berkaitan dengan kasus Sri Mulyani ini, gejala-gejala diatas dapat ditemukan secara jelas. Bagaimana Presiden SBY menebarkan optimisme yang dangkal, bahwa Sri Mulyani pergi ke World Bank adalah sebuah prestasi, padahal jabatan tersebut beberapa kali ditolak oleh Sri Mulyani. Kemudian, kelompok pendukung Presiden dan kader-kader Partai Demokrat juga memperkuat hal ini dalam setiap kesempatan komunikasi di media.

Tidak adanya bocoran informasi dari dalam kelompok Presiden SBY dan kader partai. Kemudian juga, bagaimana dihembuskannya isu tentang Aburizal Bakrie, sebagai penyebab mundurnya Sri Mulyani, yang memang memiliki beberapa masalah dalam bidang keuangan dan kasus lapindo, dengan Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan. Semua gejala tersebut sangat jelas dapat kita terjemahkan dari kasus tersebut.

Seharusnya, Presiden SBY bisa lebih arif dalam mengambil keputusan berkaitan dengan Sri Mulyani. Bahwa integritas Sri Mulyani, baik dalam hal kompetensi bidang moneter maupun pada profesionalitas profesi, sangat diakui didalam negeri maupun diluar negeri, yang seharusnya memberikan alasan untuk mempertahankan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan.

Jika saja keputusan tersebut melibatkan lebih banyak orang, kader Partai Demokrat, ahli hukum, politik dan ekonomi, serta bisa lebih peka pada kondisi negara yang sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin yang memiliki profesionalitas dan integritas yang tinggi dan lebih menekankan pada kepentingan yang lebih besar daripada sekedar mempertahankan stabilitas kekuasaannya, mungkin tidak harus dengan mendorong Sri Mulyani menjadi pejabat di World Bank, tapi tetap memimpin Kementerian Keuangan dan melanjutkan reformasi Birokrasi pada institusi yang sangat penting bagi Republik Indonesia dan juga menjadi penentu dalam kemampuan finansial pemerintah dalam menjalankan roda kenegaraan.

 
Leave a comment

Posted by on November 28, 2012 in Just Talk Active

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Open Mind

Sabar dan Syukur sebagai bekal kehidupan

HaMaZza's Blog

Berbagi Inspirasi, Cerita & Pengalaman

belalang cerewet

semua dicatat agar awet

momtraveler's Blog

my love ... my life ....

software4ku

Bermacam - macam software dan program, Tips dan trik

Let's remind each other...

..yuk saling mengingatkan..

All Words

Motivation Comes From The Words and Yourself

~Harap dan Terus Berharap~

tak ada yang bisa sobat dapatkan disini selain setetes ilmu dan keinginan untuk merajut benang-benang ukhuwah

Umarat's Blog

"Biasakanlah Yang Benar, Jangan Benarkan Kebiasaan"

Postingan Dunia

Dunia Membutuhkan kita

%d bloggers like this: