RSS

Belajar dari Semangat Andre Graaf

26 Dec

Hari Senin (17/12/12) sebelum berangkat kerja saya menyempatkan diri untuk menonton televisi. Biasanya saya nonton berita olahraga favorit, tetapi pagi ini saya merubah chanel televisi dan mendapatkan sesuatu yang luar biasa. Salah satu stasiun televisi swasta sedang menayangkan sosok André Graff seorang pria Prancis yang mengabdikan hidupnya untuk masyarakat di Sumba. Dia menyumbangkan tenaga, pikiran, dan hartanya untuk membuat program air bersih yang bisa menolong masyarakat disana. Kekeringan dan kekurangan air menjadi fenomena harian yang dihadapi masyarakat di Sumba. Mereka terpaksa berjalan kaki berkilometer untuk mendapatkan air bersih. Masyarakat disana juga belum terbiasa untuk mengelola dan memanfaatkan sumber air yang ada. Mereka belum tahu caranya membuat sumur di daerah yang tandus dan bagaimana mengalirkan air melalui pipa-pipa yang menghubungkan berbagai wilayah.

André Graff Menggali Sumur, Sumber Gambar disini
Fenomena tersebut yang menarik minat André Graff untuk berbuat sesuatu bagi masyakat Sumba. Dia menggambarkan bahwa dengan menjual kamera yang dimilikinya dia bisa membantu mereka yang kesusahan. Dalam tayangan televisi tersebut André Graff sempat mengucapkan bahwa dengan kamera yang dimilikinya ia hanya bisa menangkap gambar, sementara kalau kamera itu dijual dia bisa membantu mereka yang kesusahan. Jadilah André Graff mempelopori pembuatan sumur dan program air bersih untuk mereka yang membutuhkan. Untuk satu sumur dibutuhkan tidak kurang dari 40 juta. Dengan berbekal tabungan dan sumbangan dari berbagai pihak, André Graff memulai niat tulusnya membantu masyarakat Sumba.
Setelah sampai di kantor saya mencoba untuk mencari tahu lebih banyak siapa sebenarnya sosok André Graff yang begitu mulia membantu masyarakat Sumba. Bahkan dia rela untuk tinggal di gubuk tua hasil sumbangan masyarakat agar ia bisa dekat dengan keinginanya membantu masyarakat Sumba. Setiap tahunnya dia juga harus memperpanjang ijin tinggal agar bisa tetap berada di tengah masyarakat Sumba. Termasuk dia ingin mati dan dikubur di tengah masyarakat Sumba yang dicintainya.
Inilah beberapa fakta yang berhasil saya temukan seputar André Graff. Dia lahir di Alsace Prancis yang berdekatan dengan perbatasan Jerman. Graff belajar beragam ilmu pengetahuan mulai dari biologi, management, agronomi dan seni. Kecintaanya pada Sumba dimulai di tahun 2004. Di tahun tersebut dia dan beberapa turis lainnya menaiki sebuah perahu dan berkeliling di Savu, Alor, Flores and Sumba. Di Sumba dia melihat bagaimana perjuangan dan usaha keras masyarakat untuk mendapatkan air. Poin inilah yang menarik minatnya membuat program untuk membantu pengadaan air bersih. Inilah petikan salah satu wawancara dengan Graff:
Why did you decide to go to Sumba?
“In 2004 I traveled around the eastern islands on a boat with a group of other tourists, visiting Savu, Alor, Flores and Sumba as well as some satellite islands. On Sumba, I noticed that people were exhausted in their constant efforts to get water. I was very lucky to meet a local welldigger in Savu so I started to make plans to provide sources of water.”sumber lengkapnya disini.
Di sebagian wilayah Indonesia yang kekurangan air, masyarakat harus berjuang dengan keras agar tetap hidup. Air adalah sumber kehidupan yang begitu vital bagi manusia. Fenomena itulah yang menggerakkan Graff untuk membuat program air bersih. Ketika banyak orang hanya meratapi nasib atau mencerca pemerintah, maka Graff bertindak dengan penuh keyakinan. Kita lihat begitu banyak sumber air yang ada di sekitar kita tetapi justru memilih untuk dirusak. Atau begitu banyak kerusakan lingkungan di sekitar kita dan kita memilih untuk diam atau sekedar mengutuk. Kelestarian sumber air adalah tanggungjawab kita semua. Maka bertindaklah dan yakinlah sekecil apapun tindakan kita pasti akan berguna.
Untuk membuktikan kesunggunahannya mengelola program air bersih di Sumba, Graff ikut secara langsung dalam proses penggalian sumur dan memastikan bahwa masyarakat bisa menikmati air yang keluar dari sumur tersebut.
Di berbagai wilayah Indonesia memang menjadi langganan kekeringan terutama di musim kemarau. Daerah seperti Sumba, Gunung Kidul selalu mengalami kesulitan air. Karena itu tindakan nyata seperti yang dilakukan oleh André Graff bak oase di tengah padang pasir. Membaca kisahnya tidak hanya menumbuhkan semangat tetapi sekaligus menjadi koreksi bagi setiap orang.
André Graff dengan semangat dan ketulusannya telah mengajarkan kepada kita pentingnya kepedulian dan kepekaan dalam mengelola air. Karena itu diperlukan berbagai terobosan dalam pengelolaan air yang dimulai dari perubahan cara pikir dan perilaku masyarakat. Berikut beberapa sumbangan pemikiran yang semoga bermanfaat bagi kelestarian air di sekitar kita.
1. Pentingnya Kampanye: Save Water for future
Kenapa seolah-olah masyarakat kita tidak terlalu antusias untuk menjaga kelestarian sumber-sumber air, atau tidak berusaha untuk terlibat dalam upaya penghematan air?. Inilah persoalan yang harus didiskusikan bersama. Ada kecenderungan bahwa segala tugas yang berkaitan dengan kepentingan publik, maka menjadi tugas dari pemerintah. Urusan menyediakan air bersih dan sehat sesungguhnya menjadi tanggungjawab kita semua.Pemerintah sebagai regulator dan fasilitator memang penting perannya, namun peran kita sebagai masyarakat juga tidak kalah penting. Kesadaran ini yang harus ditanamkan di benak setiap orang. Tidak boleh lagi berperilaku semaunya dalam memanfaatkan air. Kampanye ini, bisa memanfaatkan sosial media seperti facebook, twitter, dan blog. Yah, sosial media sudah terbukti ampuh untuk menyampaikan pesan secara masif, cepat, luas. Tidak hanya itu gerakan di sosial media juga efektif untuk mendorong masyarakat melakukan tindakan nyata. Kampanye ini diharapkan tidak hanya menumbuhkan kesadaran tetapi juga merubah perilaku masyarakat dalam memanfaatkan air. Di beberapa daerah masih kesulitan air, tapi di tempat yang berlebihan seperti perumahan dengan aliran air PDAM masih banyak yang menghambur-hamburkan air. Bagi saya pribadi jadi merasa bersalah ketika mengisi tampungan air sering luber sehingga terbuang percuma. Mulailah dari yang kecil, sederhana dan menjadi kebiasaan kita setiap hari. Di rumah kita sering membuang air seperti menyalakan kran dengan air besar ketika mencuci piring, berwudu, cuci tangan dan lainnya. Padahal perbuatan itu jelas menghamburkan air dalam jumlah besar. Coba kalau ada satu juta orang yang berbuat begitu sudah berapa banyak air yang terbuang percuma. Jadi mulai sekarang biasakan mematikan kran air kalau tidak digunakan. Atau nyalakan kran dengan air kecil untuk berbagai kebutuhan tersebut.

Matikan kran dan kecilkan air, Sumber gambar disini
TIndakan lain yang bisa dilakkan adalah menggunakan ember untuk menampung air ketika mencuci piring, motor, mobil dan yang lainnya supaya tidak banyak air yang terbuang. pemborosan ini sering kita lakukan terutama ketika mencuci motor dan mobil. Seringkali kran dibiarkan mengalir sementara kita sedang melakukan aktifitas lain. Kebiasaan ini harus dihentikan.

Jangan boros ya, sumber gambar disini
Pada intinya kampanye save water for future adalah sebuah ajakan untuk merubah perilaku dan tindakan kita dalam memandang air. Ini butuh kerjasama dan kemauan dari semua pihak.
2. Jernihkan air dan nikmati sehatnya. Banyak daerah yang memiliki sumber air tetapi keruh. Butuh proses menjernihkan air sehingga menjadi air sehat dan layak konsumsi. Ide ini terinspirasi dari peristiwa Gempa Jogja tahun 2006 lalu. Ketika itu saya sempat bergabung dengan beberapa organisasi sosial sebagai relawan gempa Jogja. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah bagaimana menyediakan air bersih dan sehat bagi korban gempa. Sumbangan bahan makanan cukup banyak, tetapi ketersediaan air bersih dan sehat sangat terbatas. Sumber-sumber air milik warga ikut hancur terkena gempa.

Sumber air warga hancur, sumber gambar disini
Sumber air yang tersedia juga banyak yang keruh dan tidak layak konsumsi. Beberapa teman relawan berusaha membuat penyaring air dengan cara tradsional. Bahannya dari batu kerikil, ijuk, dan pasir halus. Waktu itu kami memanfaatkan drum yang diisi berbagai bahan tersebut untuk menjernihkan air.

Contoh alur alat penyaring air sederhana, sumber gambar disini
Coba aja kalau waktu itu sudah ada alat yang bisa menjernihkan air, membunuh bakteri, tanpa listrik dan mudah dipakai tentu sangat membantu korban gempa. Alat yang ringkas dan mudah dibawa ke berbaga tempat seperti ini sangat mebantu terutama ketika sumber air yang ada tidak memadai untuk dikonsumsi. Salah satu Produk yang saat ini layak untuk direkomendasikan adalah Pureit. Nih gambar Pureit nya

Pertanyaannya Mengapa Pureit Memberikan Anda Air yang Aman?. Jawabanya: Karena
Pureit bekerja dengan teknologi canggih 4-tahap pemurnian air “Teknologi Germkill” untuk menghasilkan air yang benar-benar aman terlindungi sepenuhnya dari bakteri dan virus. Buat kalian yang penasaran dengan teknologi Pureit silahkan klik disini.
Sebgai penutup, ingatlah teman bahwa air adalah kebutuhan vital bagi kita. Kalau bukan kita yang peduli dan menjaganya terus siapa lagi. Ingat masih ada anak cucu kita yang juga berhak untuk menikmati air bersih dan sehat. Jadi mari jaga sumber air dan lingkungannya, jangan lupa gunakan air dengan bijak supaya masa depan kita tetap terjaga. Sekecil apapun langkah kita dalam menjaga kelestarian air akan bermanfaat bagi kehidupan kita dan anak cucu kita kelak. Andre Graff sudah memberikan contoh dan menularkan semangatnya. Ayo kita ikuti dengan semangat dan langkah yang sama untuk menjaga kelestarian air kita.

 
1 Comment

Posted by on December 26, 2012 in lomba kary tulis

 

One response to “Belajar dari Semangat Andre Graaf

  1. andre graff

    February 23, 2014 at 11:53 pm

    just update the story : Untuk bisa menonton ulang : pake link ini ! : http://youtu.be/JgqfG5PfkRM

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Open Mind

Sabar dan Syukur sebagai bekal kehidupan

HaMaZza's Blog

Berbagi Inspirasi, Cerita & Pengalaman

belalang cerewet

semua dicatat agar awet

momtraveler's Blog

my love ... my life ....

software4ku

Bermacam - macam software dan program, Tips dan trik

Let's remind each other...

..yuk saling mengingatkan..

All Words

Motivation Comes From The Words and Yourself

~Harap dan Terus Berharap~

tak ada yang bisa sobat dapatkan disini selain setetes ilmu dan keinginan untuk merajut benang-benang ukhuwah

Umarat's Blog

"Biasakanlah Yang Benar, Jangan Benarkan Kebiasaan"

Postingan Dunia

Dunia Membutuhkan kita

%d bloggers like this: