RSS

Paradigmatic controversies, Contradictions, and Emerging confluences

04 Jan

(Egon G.Guba and Yvonna S. Lincoln)

PENGANTAR

Dalam bab ini untuk edisi pertama dari Handbook of Qualitative Research memfokuskan tentang konten diantara variasi paradigma penelitian untuk legitimasi dan intelektual dan hegemoni paradigma(Guba&Lincoln,1994).
Dalam perkara legitimasi, mengamati bahwa pembaca familiar dengan literature dalam metode dan paradigma yang menggambarkan sebuah ketertarikan yang tinggi dalam masalah ontologi dan epistemologi yang berbeda lebih tajam daripada masalah dalam ilmu pengetahuan social yang konvensional. Kedua, bahkan itu kenyataan yang tak bias dipungkiri pelatihan professional dalam penelitian kualitatif sosial ingin mempelajari lebih mendalam tentang pendekatan kualitatif,karena professional muda sedang dinasehati dalam sekolah lanjutan menanyakan serius pertanyaan tentang dan mencari petunjuk orientasi belajar secara kualitatif dan disertasi.
Ketiga,jumlah dari teks kualitatif,tulisan penelitian,dan bahan pelatihan telah membludak. Tentu saja,itu akan sulit untuk melewati titik jelas dari pengetahuan social semakin maju lebih interpretatif,postmodern,dan latihan kritis (Bloland,1989,1995).
Dalam perkara hegemoni,diantara paradigma postmodern,itu jelas bahwa Geertz’s (1988,1993) ramalan tentang ”ketidakjelasan dari aliran atau gaya” dengan cepat terpenuhi. Metodologi penelitian tidak dapat secara langsung diperlakukan sebagai sebuah peraturan yang dapat diterima secara universal atau abstraksi. Metodologi pasti muncul dari kealamian disiplin khusus ( seperti sosiologi dan psikologi ) dan perspektif khusus ( seperti marxisme,teori feminis).
Penelitian pada hakikatnya merupakan suatu upaya untuk menemukan kebenaran . Usaha untuk menemukan kebenaran dilakukan oleh para filsuf, peneliti, maupun oleh para praktisi melalui model-model tertentu. Model tersebut biasanya dikenal dengan paradigma. Paradigma menurut Guba dan Lincoln adalah : keyakinan dasar atau cara pandang yang membimbing peneliti, tidak hanya memilih metode tetapi juga dalam ontologi dan epistemologi.

Secara sederhana, paradigma adalah ground of thought atau dasar pemikiran seseorang terhadap suatu realitas. Setiap orang memiliki paradigma sendiri berdasarkan pengalaman hidupnya. Hidup dengan satu paradigma tertentu seperti melihat melalui satu jendela yang sama, dengan pemandangan yang sama. Perubahan paradigma ibarat menemukan sebuah jendela baru yang dapat membuat pola pikir menjadi lebih segar. Jadi akan lebih baik bila kita mengetahui banyak paradigma, banyak jendela, banyak sudut pandang, dan banyak perspektif.

Sesungguhnya di dalam bidang penelitian, memang tidak ada satu paradigma yang dapat diterima oleh semua peneliti. Ada banyak debat yang mereka kembangkan.

 
Leave a comment

Posted by on January 4, 2013 in Just Talk Active

 

Tags: ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Open Mind

Sabar dan Syukur sebagai bekal kehidupan

HaMaZza's Blog

Berbagi Inspirasi, Cerita & Pengalaman

belalang cerewet

semua dicatat agar awet

momtraveler's Blog

my love ... my life ....

software4ku

Bermacam - macam software dan program, Tips dan trik

Let's remind each other...

..yuk saling mengingatkan..

All Words

Motivation Comes From The Words and Yourself

~Harap dan Terus Berharap~

tak ada yang bisa sobat dapatkan disini selain setetes ilmu dan keinginan untuk merajut benang-benang ukhuwah

Umarat's Blog

"Biasakanlah Yang Benar, Jangan Benarkan Kebiasaan"

Postingan Dunia

Dunia Membutuhkan kita

%d bloggers like this: