RSS

Urgensi Peran Industri Gula Dalam Menggerakkan UKM di Daerah

29 Jan

Otonomi daerah sejatinya dimaksudkan agar setiap daerah memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensinya semaksimal mungkin. Pengembangan potensi setiap daerah dengan sendirinya akan meningkatkan taraf hidup masyarakat yang ada di daerah tersebut. Muaranya tercipta kesejahteraan yang bisa dinikmati oleh segenap lapisan masyarakat. Setiap daerah memiliki keunggulan tersendiri yang bisa menjadi bahan untuk mengembangkan ekonomi daerah tersebut.

Daerah yang memiliki potensi pertambangan bisa memanfaatkannya sebagai sumber pendapatan dan kesejahteraan warganya. Potensi laut dan pariwisata juga bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan ekonomi daerah. Keunggulan komparatif yang dimiliki oleh masing-masing daerah sering nampak pada besaran potensi ekonomi yang berputar di daerah tersebut. Daerah yang memiliki potensi pertambangan dan perkebunan melimpah, saat ini menjadi daerah yang memiliki anggaran dan belanja daerah paling besar. Mereka mengalahkan daerah-daerah lain yang sudah habis potensi sumber daya alamnya. Tidak jarang kesenjangan muncul ketika satu daerah sangat kaya tetapi daerah lain kekurangan.

Oleh karena itu diperlukan suatu terobosan program yang mampu menggerakkan potensi ekonomi setiap daerah. Potensi tersebut harus ada di setiap daerah dan mampu dikembangkan menjadi potensi unggulan. Sumber daya alam melimpah tidak dimiliki oleh setiap daerah karena itu perlu dicari potensi lain yang bisa dikembangkan di setiap daerah. Untuk mendukung percepatan pengembangan ekonomi daerah dibutuhkan industri vibrant yang mampu menggerakkan sektor lain. Artinya keberadaan industri tersebut menjadi bagian vital untuk menggerakan sektor ekonomi lainnya.

Salah satu industri yang layak didorong sebagai katalisator ekonomi daerah adalah industri gula. Gula merupakan bagian dari kebutuhan pokok manusia yang mampu menggerakan sektor konsumsi dan produksi. Swasembada gula untuk konsumsi masyarakat sudah pernah dicapai pada tahun 2008 dengan tingkat produksi pada tahun tersebut sebesar 2,7 juta ton, sedangkan swasembada gula yang hendak dicapai pada 2014 adalah swasembada gula baik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun untuk memenuhi kebutuhan industri yaitu dengan target produksi sebesar 5,7 juta ton. Dalam rangka mencapai target pada 2014 dicanangkan Program Revitalisasi Industri Gula Nasional yang akan ditempuh melalui pembenahan industri gula yang sudah ada (PG existing) dan pembangunan PG baru .

Kenapa industri gula yang diharapkan mampu menjadi katalisator pengembangan ekonomi di daerah? Tulisan ini bermaksud untuk menjawab pertanyaan tersebut berdasarkan pergerakan pendulum kontribusi industri gula. Untuk melihat potensi industri gula dalam menggerakkan potensi ekonomi daerah maka perlu dilihat dari sisi kontribusi vertikal dan horisontal. Kemudian peran nyata industri gula dalam menggerakkan sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) akan menjadi pembahasan khusus. Hal ini disebabkan potensi UKM sebagai ‘soko guru’ perekonomian nasional perlu dikembangkan lebih maksimal. UKM bisa dikembangkan di setiap daerah dengan melihat potensi yang dimiliki. Fleksibilitas UKM membuat skema usaha ini bisa dijalankan oleh setiap masyarakat.

Kontribusi vertikal dan Horisontal

Kontribusi vertikal yang dimaksud adalah kemampuan dari industri gula untuk memberikan sumbangsih ekonomi kepada pemerintah secara langsung. Bagi pemerintah keberadaan industri gula di suatu daerah akan memberikan pemasukan dari sektor pajak maupun penerimaan resmi lainnya. Ini adalah sebuah kelaziman karena keberadaan suatu industri akan memberikan pemasukan bagi daerah tersebut. Selain itu keberadaan industri juga membantu pemerintah untuk mengurangi jumlah pengangguran yang ada di suatu daerah. Penyediaan lapangan kerja selalu menjadi persoalan serius yang dihadapi oleh setiap daerah. Karena itu kehadiran industri gula dengan sendirinya akan membuka lapangan kerja baru di daerah. Pemotong tebu, pengangkut, bongkar produk dan pekerjaan lain yang ada di industri gula bisa mengurangi pengangguran di suatu daerah.

Kontribusi horizontal industri gula terkait kemampuannya untuk memberikan manfaat ekonomi dan sosial kepada masyarakat secara luas. Petani tebu di daerah akan memperoleh kepastian penyerapan produksi tebunya. Mereka juga berkesempatan menjadi mitra yang menyediakan pasokan tebu bagi industri gula. Masyarakat juga bisa membuka beragam usaha di sekitar area industri gula. Warung makan, jasa angkutan, aneka minuman dan usaha berbahan gula bisa dikembangkan sebagai sumber pemasukan. Secara sosial kehadiran suatu industri akan menjadi tali pengikat beragam aktifitas sosial warga. Ketika mereka memiliki kesempatan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya, maka dengan sendirinya beragam gejolak sosial bisa diredam. Hal ini tentu berbeda jika tingkat pengangguran tinggi sehingga menimbulkan beragam persoalan sosial dan criminal. Masyarakat yang terpenuhi kebutuhan ekonominya akan lebih mudah menyelesaikan beragam persoalan sosial yang dihadapi. Mereka juga memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan harapan hidup di bidang pendidikan, kesehatan sehingga kualitas kehidupan akan lebih baik.

Pengembangan UKM

Perbedaan potensi sumber daya alam yang dimiliki daerah menimbulkan kesenjangan dalam penyediaan lapangan kerja. Daerah yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah, menjadi magnet tersendiri untuk mengundang sektor industri berinvestasi di daerah tersebut. Sementara daerah yang sudah habis potensi sumber daya alamnya mengalami kesulitan untuk menarik investor masuk. Akibatnya mereka kesulitan untuk membuka lapangan kerja bagi masyrakatnya. Sehingga upaya mengurangi pengangguran sulit dilakukan dengan cepat. Karena itu dibutuhkan sebuah terobosan program ekonomi yang bisa dikembangkan di setiap daerah. Sebuah kesempatan yang bisa diberdayakan di daerah yang kaya maupun minim SDA.

Krisis multidimensi yang melanda Indonesia pada tahun 1998 lalu memberikan pelajaran yang berharga buat bangsa ini. Ekonomi sistem konglomerasi yang mengandalkan usaha-usaha besar sebagai basis ekonomi bangsa ternyata rentan terhadap goncangan. Skema trickle down effect yang menempatkan usaha konglomerasi sebagai “soko guru’ ekonomi nasional telah terbukti tidak mampu menjalankan tugasnya. Sebaliknya, usaha kecil dan menengah yang kurang diperhatikan ternyata mampu menjawab tantangan di tengah hancurnya usaha-usaha besar. Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjawab tantangan dengan menjadi pilar ekonomi nasional yang tahan goncangan dan mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Karyawan perusahaan yang mengalami PHK besar-besaran, memandang usaha kecil sebagai peluang mendapatkan penghasilan yang cukup realistis ditengah sulitnya mencari pekerjaan. Usaha kaki lima yang sering dipandang sebelah mata oleh sebagian orang tampil menyerap ribuan pengangguran yang terus diproduksi setiap tahunnya. UKM telah membuktikan ketangguhannya sebagai pilar ekonomi rakyat.

Berkaca dari pengalaman tersebut, maka arah pengembangan ekonomi nasional ke depan semestinya berorientasi menuju kemandirian ekonomi berbasis pada ekonomi kerakyatan dimana UKM menjadi motor penggeraknya. Namun perlu disadari bahwa sebagai salah satu pilar ekonomi nasional saat ini UKM dihadapkan pada beberapa persoalan serius sehingga sulit untuk berkembang. Masalah kekurangan modal, lemahnya manajemen, pemasaran dan SDM adalah serangkaian masalah yang harus dipecahkan agar UKM dapat menjadi sandaran ekonomi nasional. Karena itu, perlu adanya lembaga yang menggerakan atau menjadi mitra UMKM untuk maju.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi pemerintah, akademisi, dan industri besar untuk membantu UKM berkembang. Potensi UKM bisa dikembangkan di berbagai daerah tanpa melihat kekayaan SDA nya. Salah satu potensi yang dimiliki oleh setiap daerah adalah kekayaan kuliner. Ada rendang di Padang, sate Madura, soto Boyolali, Megono di Pekalongan dan aneka makanan lainnya yang tersebar di seluruh nusantara. Demikian halnya dengan kekayaan kuliner minuman yang ada di seluruh penjuru tanah air. Kekayaan kopi Indonesia terkenal di seantero dunia, membentang dari Sabang sampai Merauke. Minuman tradisional lain seperti wedang ronde, kopi tahlil, dawet ayu dan lainnya. Aneka usaha kuliner tersebut menjadi potensi yang bisa dikembangkan di daerah.

Dimanakah letak peran dan kerjasama antara industri gula dengan penegembangan UKM?. Gula menjadi bahan di aneka jenis makanan yang menjadi kekayaan kuliner Indonesia. Kue, roti dan jajanan tradisonal di berbagai daerah menjadikan gula sebagai bahan perasa utama. UKM yang bergerak di bidang kuliner juga perkembangannya meningkat dari tahun ke tahun. Ini perlu pembinaan dan pendampingan agar mampu untuk berkembang menjadi usaha mandiri. Industri gula sebagai penggerak dan menyediakan bahan pokok usaha kuliner. Sementara UKM yang bergerak di bidang makanan dan minuman menyerap produk dari indutri gula. Ketika swasembada gula sudah terpenuhi baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri maka sinergi ini memiliki potensi besar untuk menopang kekuatan ekonomi nasional.

Untuk itu melalui program semisal corporate sosial responsibilities (CSR) industri gula bisa mengarahkan kegiatannya dalam pola kemitraan antara industri dan UKM. Melalui pemberian pelatihan, bantuan modal, dan pendampingan sinergi ini bisa dimulai. Pelatihan sederhana dalam proses produksi misalnya, bisa dilakukan dengan pemberian bekal membuat roti dan aneka minuman manis. Untuk membantu aspek manajerial, UKM bisa dibimbing dengan system pembukuan sederhana dan mengarahkan mereka membentuk koperasi agar memiliki nilai tawar yang kuat. Keberadaan organisasi seperti koperasi tidak hanya menunjang kesiapan manajerial tetapi juga menguatkan aspek permodalan dan pengembangan bisnis lainnya.
Industri yang biasanya sudah dikelola dengan manajemen yang lebih professional bisa menularkan pengalaman dan pengetahuannya kepada UKM. Dengan melihat kemampuan sinergi antara industri gula dengan UKM maka pemerintah daerah akan dengan sukacita memberikan dukungan untuk pengembangan sinergi ini. Misalnya, menyediakan lahan, mempermudah perijinan bahkan membuka pabrik gula

Optimalisasi kontribusi

Arah dari pengembangan UKM tentunya tidak serta merta hanya berkutat pada persoalan bisnis kuliner. Pengembangan UKM bisa didasarkan pada potensi daerah masing-masing seperti kerajinan tangan. Meski demikian tidak menutup kemungkinan ketika sektor usaha UKM juga dikembangkan untuk mendukung kebutuhan industri gula secara bersama-sama. Misalnya pengadaan bahan baku tebu bisa dikelola secara bersama-sama dengan petani yang memiliki lahan kemudian dibimbing untuk membentuk koperasi. Bisa juga usaha kecil dan menengah bergerak di bidang jasa seperti pengangkutan yang bisa menunjang kinerja industri.

Untuk memaksimalkan peran industri gula bagi pengembangan ekonomi daerah perlu upaya optimal dari pemerintah. Dukungan langsung dari pemerintah, seperti kemauan untuk menyediakan lahan tebu dan mempermudah urusan administrative akan membantu kelancaran pengembangan revitalisasi industri ini. Kementerian Perindustrian bersama dengan Kementerian Pertanian mulai melakukan pembicaraan lebih lanjut mengenai pengadaan sekitar 300.000 hektar lahan sebagai upaya revitalisasi industri gula .

Keinginan tersebut perlu mendapat apresiasi dan dukungan nyata. Keberadaan industri gula bagi pengembangan ekonomi daerah sangat penting. Sehingga dibutuhkan kebijakan nyata agar peran tersebut lebih optimal. Untuk menumbuh kembangkan potensi ekonomi di daerah dibutuhkan peran serta dari berbagai pihak. Sudah saatnya bangsa ini bergandengan bersama mewujudkan sinergi positif bagi perkembangan ekonomi nasional. Singkirkan ego sektoral, dan doronglah setiap peluang untuk memajukan perekonomian bangsa

referensi:
http://www.kemenperin.go.id/artikel/21/Revitalisasi-Industri-Gula
http://www.antaranews.com/berita/352727/revitalisasi-gula-kemenperin-kementan-jajaki-pengadaan-300000-ha-lahan

 
Leave a comment

Posted by on January 29, 2013 in lomba kary tulis

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Open Mind

Sabar dan Syukur sebagai bekal kehidupan

HaMaZza's Blog

Berbagi Inspirasi, Cerita & Pengalaman

belalang cerewet

semua dicatat agar awet

momtraveler's Blog

my love ... my life ....

software4ku

Bermacam - macam software dan program, Tips dan trik

Let's remind each other...

..yuk saling mengingatkan..

All Words

Motivation Comes From The Words and Yourself

~Harap dan Terus Berharap~

tak ada yang bisa sobat dapatkan disini selain setetes ilmu dan keinginan untuk merajut benang-benang ukhuwah

Umarat's Blog

"Biasakanlah Yang Benar, Jangan Benarkan Kebiasaan"

Postingan Dunia

Dunia Membutuhkan kita

%d bloggers like this: