RSS

BERKAH BUAH BERDURI

27 Feb

Banyak jalan menuju Roma, demikian kata pepatah. Untuk menggapai sebuah tujuan atau kesuksesan banyak cara yang bisa ditempuh. Kesuksesan bisa diraih melalui jalur pendidikan, olahraga, wiraswasta, dan cara-cara lainnya. Selain itu kesuksesan juga bisa berada dimana saja. Kesusesan tidak selalu berada di kota besar bahkan di sebuah pelosok desa terpencilpun bisa muncul sebuah keberhasilan. Muara dari sebuah keberhasilan meskipun berbeda cara tetapi semuanya selalu kembali pada kesungguhan, kerja keras, keuletan, kesabaran, kedisiplinan dan tentu saja proses yang panjang yang dilakukan oleh pelakunya. Tidak ada keberhasilan yang dapat diperoleh semudah membalikkan telapak tangan, apalagi sekedar menunggu datangnya keajaiban.

Dalam buku berjudul “Berkah Buah Berduri” kita dapat mengambil pelajaran dari keberhasilan seorang Angga yang mampu mengubah wajah desanya menjadi pusat buah durian. Buah dari kerja keras Angga membuat Desa Sesaot di Nusa Tenggara Barat kini dikenal sebagai pusat daerah penghasil durian. Perjalanan yang ditempuhnya sebelum menggapai kesuksesan bukanlah sebuah cerita tamasya yang penuh dengan kemudahan, keindahan dan canda tawa. Namun keberhasilannya adalah buah cucuran keringat, dan pertarungan melawan berbagai rintangan yang ada di depannya. Onak dan duri akan selalu menghalangi dan menghambat langkah kita menuju kesuksesan.

Ketika memulai usaha menanam buah durian, Angga dihadapkan pada tantangan yang datang dari orang tuanya sendiri. Sebagaimana petani lain di desanya orang tua Angga juga masih berpikiran tradisonal. Cara yang mereka tempuh masih mengikuti pola bertani secara turun-temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sebuah terobosan baru dalam dunia pertanian masih merupakan barang asing yang sulit mereka terima. Keengganan untuk membuka diri membuat mereka sulit menerima perubahan yang datang dari luar dan berbeda dari kebiasaan yang ada selama ini.

Untuk melunakkan hati kedua orang tuanya, Angga meminta bantuan dari seorang petugas Penyuluh Pertanian Lapangan yang dikenal dengan nama Pak Jono. Cara yang ditempuh Angga ternyata berhasil karena kedua orang tuanya bisa menerima masukan Pak jono untuk menanam durian. Langkah yang dtempuh Angga dengan meminta bantuan Pak Jono untuk meyakinkan kedua orang tuanya merupakan langkah bijak yang bisa kita tiru. Terkadang kita membutuhkan bantuan orang lai untuk meyakinkan orang-orang di sekitar kita agar mereka mau mendukung berbagai gagasan yang kita ajukan.

Setelah berhasil meyakinkan kedua orang tuanya mulailah Angga belajar dengan sunguh-sungguh tentang seluk-beluk menanam durian. Dengan bimbingan dari Pak Jono Angga mulai belajar tentang cara mempersiapkan lahan, memilih benih, pemupukan dan cara mengatasi berbagai penyakit yang menyerang buah durian. Setelah dirasa cukup mulailah Angga mempersiapkan lahan guna menanam durian. Buah durian memiliki banyak kultivar atau jenis. Buah durian yang termasuk kultivar unggul dan disukai oleh masyarakat diantaranya durian otong, kani, dan petruk. Meski demikian setiap daerah biasanya memiliki jenis durian tersendiri yang disukai oleh masyarakat setempat.

Setelah lahan siap Angga mulai berfikir untuk mencari benih yang unggul. Dengan bantuan dari Pak Jono, dia mendapatkan 100 buah bibit unggul durian secara cuma-cuma. Bibit inilah yang menjadi cikal bakal dari keberhasilan kebun durian Angga. Proses penanaman membutuhkan ketelitian dan ketepatan dalam menentuakan pola tanam yang sesuai dengan lahan. Kondisi kebun Angga yang berbukit-bukit membuatnya memilih pola tanam model kontur agar memudahkan penyiraman. Lubang tanam diatur menurut garis kontur sehingga setiap lubang searah dengan saluran air.

Setelah penanaman, maka proses selanjutnya merupakan tahapan yang memerlukan kesabaran dan keuletan. Buah durian membutuhkan waktu sekitar empat tahun agar bisa berbuah. Selama masa tersebut proses pemeliharaan harus dijalankan dengan benar agar pohon durian bisa berbuah dengan baik. Pemeliharaan buah durian meliputi cara penyiraman, pemupukan dan menjaga dari serangan hama. Tahun pertama merupakan tahun yang rawan bagi pohon durian sehingga membutuhkan ketelitian dan kesungguhan dalam merawatnya. Pemupukan secara teratur yang dibarengi dengan pengairan akan menghasilkan pohon durian yang bermutu.

Pada masa pemeliharaan ini Angga mendapat cobaan dari berbagai pihak termasuk orang tuanya sendiri. Masyarakat disekitarnya mengolok-olok karena pohon durian tidak kunjung menghasilkan buah sementara tanaman musiman warga seperti kedelai dan singkong telah memberikan penghasilan. Selain itu, pemberian pupuk juga dianggap sebagai pemborosan karena warga setempat terbiasa membiarkan tanamannya tanpa pemupukan. Orang tua Angga mulai terpengaruh dengan hasutan masyarakat tersebut. Untuk mengatasinya Angga mencoba menanam cabe dan pisang di sekitar kebun durian sebagaimana saran dari Pak Jono. Kedua tanaman tersebut dapat digunakan sebagai sumber penghasilan dalam jangka pendek sebelum durian berbuah.

Di masa pemeliharaan yang perlu diwaspadai adalah munculnya hama yang disebabkan oleh cendawan jenis Rhizoktonia Solani. Hama ini merupakan bercak kecil basah pada daun yang lama kelamaan mongering dan menyebabkan daun menjadi kecoklatan. Daun yang terinfeksi akan dipenuhi benang-benang berwarna kekuningan sebelum akhirnya daun berguguran. Untuk mengatasi penyakit ini diperlukan penyemprotan anti jamur secara teratur. Selain jamur upaya yang perlu dilakukan dalam masa pemeliharaan adalah memangkas dahan pohon durian sehingga tersisa bahan primer saja. Hal ini perlu dilakukan agar distribusi makanan tidak habis untuk menghidupi dahan-dahan yang tidak berguna dan bisa fokus untuk membesarkan buah. Pengairan juga perlu diperhatikan karena kebutuhan air bagi pohon durian cukup banyak. Berkaitan dengan masalah pengairan ini, Angga sempat mendapat halangan dari orang yang dengki terhadap keberhasilan kebunnya. Orang ini berusaha menghalanginya untuk mendapatkan air. Untunglah Pak Jono bisa bertindak bijak dengan melunakkan hati orang tersebut sehingga mau memberikan air guna mengairi kebun Angga.

Setelah menunggu cukup lama akhirnya hari yang dinantikanpunpun tiba. Satu persatu buah di kebun durian Angga mulai masak. Sebenarnya Angga berkeinginan untuk memanennya sekaligus namun Pak Jono menasehati bahwa sebaiknya durian di panen secara bertahap karena proses penyerbukannya tidak bersamaan. Tanda yang cukup sederhana untuk mengetahui apakah buah durian sudah masak atau belum adalah dengan menunggunya jatuh dari pohon. Apabila sudah 50% buah yang jatuh dari pohon maka yang dapat dipanen adalah 50% dari keseluruhan buah.

Kini hari yang bahagia pun tiba, panen yang ditunggu sudah datang. Angga tidak perlu repot untuk menjual buah duriannya karena pedagang buah dari berbagai daerah berdatangan ke kebunnya untuk membeli durian. Selain itu orang-orang yang hobi makan buah durian juga menyerbu kebunnya untuk membeli langsung dari pohon. Berkat buah berduri kehidupan Angga dan keluarganya kini telah berubah menjadi sukses. Keberhasilan ini memberikan inspirasi bagi warga desa lain untuk meniru langkahnya. Jadilah Desa Sesaot sebagai sentra buah durian yang dikenal luas. Kehidupan warganya yang dulu terbelakang kini telah berkembang menjadi desa yang maju dan makmur. Kondisi tersebut semakin menggembirakan ketika Pak Jono terpilih sebagai PPL teladan tingkat nasional. Usaha beliau yang tak kenal lelah untuk membimbing warga desa menanam durian memang pantas untuk dianugerahi penghargaan tersebut. Selain itu di Desa Sesaot juga akan segera didirikan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih agar memudahkan budi daya durian bagi masyarakat di sekitarnya.

Cerita Angga dan masyarakat Desa Sesaot adalah contoh keberhasilan yang menajubkan. Ketika keinginan untuk maju dibarengi dengan usaha dan doa secara sungguh-sungguh maka kesuksesan bukan sekedar impian. Jadi banyak jalan menuju keberhasilan dan kuncinya terletak sikap positif kita menghadapi tantangan yang ada.

 
Leave a comment

Posted by on February 27, 2013 in CampurSari

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Open Mind

Sabar dan Syukur sebagai bekal kehidupan

HaMaZza's Blog

Berbagi Inspirasi, Cerita & Pengalaman

belalang cerewet

semua dicatat agar awet

momtraveler's Blog

my love ... my life ....

software4ku

Bermacam - macam software dan program, Tips dan trik

Let's remind each other...

..yuk saling mengingatkan..

All Words

Motivation Comes From The Words and Yourself

~Harap dan Terus Berharap~

tak ada yang bisa sobat dapatkan disini selain setetes ilmu dan keinginan untuk merajut benang-benang ukhuwah

Umarat's Blog

"Biasakanlah Yang Benar, Jangan Benarkan Kebiasaan"

Postingan Dunia

Dunia Membutuhkan kita

%d bloggers like this: