RSS

Plempoh 2

07 Mar

Promosi objek wisata Plempoh yang dilakukan oleh Pemerintah setempat terkategori bagus yang dapat dilihat dari kemampuannya dalam mengatasi keterpurukan industri pariwisata pasca gempa bumi tanggal 27 Mei 2006. Hal ini terlihat dari peningkatan drastis jumlah wisatawan yang bekunjung ke Desa Plempoh pasca gempa. Satu bulan setelah bencana gempa, jumlah wisatawan yang berkunjung mengalami peningkatan hampir 10%. Angka ini terus bertambah dan mencapai puncaknya pada bulan Oktober 2006 (enam bulan pasca gempa), yakni berjumlah 536 wisatawan; yang terdiri dari 503 wisatawan nusantara dan 33 wisatawan mancanegara (Laporan Data pengunjung Desa Wisata Budaya Plempoh 2006).
“Setelah gempa waktu itu, wisatawan yang dating menurun tajam untuk semua wilayah di DIY, namun perlahan tapi pasti jumlah wisatawan yang dating meningkat bahkan bisa sampai 10%. Bisa jadi karena promosi kami cukup luas” (Kutipan wawancara dengan Bapak Joko selaku pengelola desa wisata)

Peningkatan jumlah wisatawan ini tidak terlepas dari keberhasilan strategi promosi (pemasaran) yang di lakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman. Kesuksesan promosi tersebut merupakan kesuksesan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman dalam mengomunikasikan berbagai daya tarik objek wisata kepada wisatawan dengan berbagai strategi pemasaran. Kegiatan semacam ini disebut sebagai komunikasi pemasaran. Komunikasi pemasaran dalam pengertian ini dimaknai sebagai kegiatan yang dilakukan oleh penjual dan pembeli untuk membantu dalam pengambilan keputusan di bidang pemasaran serta mengarahkan pertukaran agar lebih memuaskan dengan cara menyadarkan semua pihak untuk berbuat lebih baik.
“Semoga setelah berkunjung ke Plempoh mereka tidak hanya merasa puas tetapi juga mau menceritakan dan mengajak keluarga atau orang di sekitarnya agar mau dating ke sini, (Kutipan wawancara dengan Bapak Joko selaku pengelola desa wisata

Komunikasi pemasaran yang dibutuhkan bukan hanya untuk menawarkan suatu jasa, akan tetapi membantu para wisatawan memperoleh kesan atau pengalaman yang lebih bermakna (bisa terus dihayati selama berwisata sampai kembali lagi ke rumahnya). Oleh karena itu, keanekaragaman ciri khas sebuah desa wisata budaya perlu diperhatikan dalam rangka menentukan langkah-langkah strategi pemasaran. Dengan demikian, pengetahuan yang baik mengenai dasar-dasar pemasaran umum sangat diperlukan, sebelum melangkah ke dalam pendekatan pemasaran.
Melihat pentingnya keberadaan desa wisata budaya dan peran komunikasi pemasaran, maka pengkajian atau penelitian terhadap perkembangan desa wisata budaya, terutama ditinjau dari sisi strategi pemasaran, perlu dilakukan

 
Leave a comment

Posted by on March 7, 2013 in CampurSari

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Open Mind

Sabar dan Syukur sebagai bekal kehidupan

HaMaZza's Blog

Berbagi Inspirasi, Cerita & Pengalaman

belalang cerewet

semua dicatat agar awet

momtraveler's Blog

my love ... my life ....

software4ku

Bermacam - macam software dan program, Tips dan trik

Let's remind each other...

..yuk saling mengingatkan..

All Words

Motivation Comes From The Words and Yourself

~Harap dan Terus Berharap~

tak ada yang bisa sobat dapatkan disini selain setetes ilmu dan keinginan untuk merajut benang-benang ukhuwah

Umarat's Blog

"Biasakanlah Yang Benar, Jangan Benarkan Kebiasaan"

Postingan Dunia

Dunia Membutuhkan kita

%d bloggers like this: