RSS

JANGAN BELI YAMAHA!?

19 Mar

Judulnya provokatif ya, heee jangan keburu menyimpulkan sebelum membaca tulisan ini sampai selesai

Pepatah mengatakan:
Tak kenal maka tak sayang orang Jawa mengatakan witing tresno jalaran soko kulino (rasa suka datang karena terbiasa). Karena itu kalau belum mengenal sesuatu dengan baik, mana mungkin bisa tumbuh rasa suka.
Kedua pepatah tersebut pas banget untuk menggambarkan proses perkenalanku dengan Yamaha (kalau kenal merek sudah lama, tapi suka dengan Yamaha baru-baru aja). Untuk urusan merek motor di keluargaku memang sudah terlanjur mengakar untuk menyukai sebuah merek. Itu diturunkan dari generasi ke generasi. Sampai juga ke aku yang mengenal motor bagus itu ya merek sebelah (heee gak boleh disebut disini).

Makanya hampir semua anggota keluarga besarku, mulai dari orang tua, adik, paman, bibi, dan saudara sepupuku memakai merek yang sama. Sampai pada tahun 2010 lalu terjadilah penyimpangan yang pertama (ini jadi awal kesukaanku pada Yamaha). Waktu itu adiku nomer tiga baru saja diterima kerja. Jarak rumah dengan tempat kerja sekitar 10km. Untuk memudahkan transportasi ke tempat kerja akhirnya ayah memutuskan untuk membelikan adiku sepeda motor. Seperti biasa ayahku menyodorkan berbagai tipe sepeda motor dari merek yang sudah dipakainya bertahun-tahun. Keluarga besar yang lain juga memberi semangat adiku untuk memakai merek tersebut.
Kejutan dimulai ketika tanpa diduga adiku justru memilih “Yamaha Mio Soul” warna hitam. Ayah, ibu dan keluarga besarku langsung memberikan beragam komentar dengan pilihan adiku tersebut. Mulai dari meragukan kualitas, purna jualnya jatuh, tidak awet, boros dan beragam argument lainnya. Tapi adiku tetap pada pendiriannya, jadilah dengan terpaksa ayah membelikan Mio Soul buat adiku. Terus terang aku jadi penasaran apasih hebatnya motor ini hingga adiku mantep banget memilihnya.
Yamaha Mio Adiku
Ini motor pilihan adiku yang sempat bikin huru-hara di keluarga

Saatnya mencoba

Adiku yang ketiga dipindah tugas ke Batang. Jadi untuk transportasi sehari-hari dia butuh Mio Soul nya. Inilah kesempatanku untuk mencoba motor pilihan adiku untuk perjalanan jarak jauh. Jadilah rangkaian perjalanan dari Magelang ke Batang dimulai. Aku memilih rute Magelang-Semarang-Batang. Kenapa karena aku tinggal di Semarang jadi bisa istirahat dulu sebelum melanjutkan perjalanan ke Batang. Sabtu sore motor dibawa dari Magelang ke Semarang. Jarak Magelang-Semarang sekitar 90 km. Setelah nginep semalem baru paginya kuantarkan ke Batang. Perjalanan dilanjutkan Semarang-Batang kurang lebih dengan jarak yang sama.

Awalnya sempat ragu untuk membawa motor ini ke Batang. Terpengaruh sama mitos motor matic yang banyak diceritakan orang. Mulai dari kemampuannya yang hanya bagus untuk muter-muter dalam kota, tidak kuat tanjakan, boros, tidak anteng untuk perjalanan jarak jauh. Tapi mau gimana lagi tugas negara yang dibebankan oleh ayah untuk mengantarkan motor adiku harus dilakukan. Setelah membawa Mio Soul adiku dari Magelang-Batang barulah segala macam keraguan tersebut sirna. Yamaha membuktikan kalau mereka memang terdepan dalam inovasi motor matic.

Perjalanan dari Magelang-Semarang melewati medan yang naik turun, bermacam tanjakan dan kemacetan terutama di daerah Ambawara yang selalu macet karena ada pasar di pinggir jalan. Sebelum berangkat kuisi dengan premium seharga 10 ribu (kurang lebih dapat 2,2 liter). Ternyata dengan premium segitu cukup juga untuk perjalanan 90 km. Jadi kupikir cukup irit juga Mio Soul adiku. Tanjakan yang kulalui sepanjang perjalanan juga kulewati dengan mudah, gak perlu ngos-ngosan bagi Mio Untuk melibas jalanan tersebut.

Lanjut di minggu pagi kutempuh perjalanan Semarang-Batang yang lebih banyak melewati jalanan Pantura. Jalan lebar, penuh terpaan angin dan tentu saja bertarung dengan kendaraan-kendaraan besar seperti truk dan bus. Buat perjalanan luar kota dengan kecepatan 80-100 pun ternyata Mio Soul masih terasa cukup nyaman. Cuma perlu hati-hati kalau papasan sama truk atau bus besar. Kita harus hati-hati biar tidak jadi korban kibasan anginnya. Setelah mengantarkan Mio Soul dari Magelang-Batang baru aku sadar kalau pilihan adiku gak salah.

Varian motor matic Yamaha memang banyak. Ada Mio (yang legendaries) sekarang ada varian Mio J, ada juga Xeon RC (ini juga kenceng dan canggih) jadi tinggal pilih. Yang Xeon RC ini belum pernah kucoba, tapi kuyakin kalau kemampuannya juga hebat. Xeon RC yang dibekali mesin YM-JET FI siap bertarung dengan para kompetitornya. Keunggulan jenis baru ini adalah kemampuan tenaga yang melimpah plus konsumsi BBM yang dijamin irittt.

Kalau aku sendiri lagi pengin banget sama Yamaha Byson (keren banget itu motor) sambil nabung dulu biar suatu saat bisa beli Byson.Nah sebelum diakhiri nih tulisan, saatnya menjernihkan judul yang kelihatan provokatif tadi ya, hee.
Begini nih, Jangan Beli Yamaha kalau anda tidak ingin:

1. Motor canggih
Motor Yamaha sudah dibekali mesin injeksi, artinya? lebih irit dan bertenaga, perawatan juga lebih mudah. Kecanggihan mesin-mesin Yamaha, sudah terbukti di berbagai level. Lihat aja tuh di balapan MOto GP, pembalap-pembalap Yamaha selalu nangkring di posisi terdepan. Ada Jorge Lorenzo dan well come back Valentono Rossi
2. Motor keren
Motor keren tuh meningkatkan percaya diri. Nah kalau tongkrongan kita keren, jadi tambah pede, dihargai orang juga. Karena bagaimana orang menghargai kita juga bergantung bagaimana kita menghargai diri kita sendiri. Mau ke kampus, sekolah, jalan-jalan atau nganter emak ke pasar ya tetap pede aja lagi. Kan motornya udah keren. Kerennya motor Yamaha terbukti dari desain-desain yang diaplikasikan pada setiap produk (apalagi Yamaha Byson, bener-bener bikin ngiler).
3. Paling cepat tak tertandingi
Kenapa butuh motor cepat? Pepatah mengatakan time is money. Sekarang jalanan semakin macet, butuh kecepatan untuk menyambut peluang. Jadi prinsip Yamaha untuk memberikan motor yang cepat dan tak tertandingi sudah pas banget buat kebutuhan penggunanya. Tapi inget tetap hati-hati di jalan dan ugal-ugalan ketika naik motor. Meskipun cepat produk Yamaha juga dah dilengkapi dengan keamanan yang memadai seperti kemampuan rem dan stabilitas motor.

Jadi kalau kalian semua tidak ingin segala kelebihan yang ada pada Yamaha ya udah pilih yang lain. Tapi inget jangan nyesel ya kalau yang lain tidak bisa memberi semua kelebihan yang ada di Yamaha.

 
15 Comments

Posted by on March 19, 2013 in lomba kary tulis

 

Tags:

15 responses to “JANGAN BELI YAMAHA!?

  1. Lia

    September 30, 2013 at 3:31 pm

    Setuju !!!!!!
    Mio soul aq ajja ’10 mpe skrg udh 3 th , masih muLuz , padahal tiap hari dibawa kerja , tapi tak 1 pun onderdil pernah ganti , cuma ben belakan aja ganti , itupun karna kena paku jalanan , pokoknya Yamaha T.O.P B.G.T dah ….

     
    • Tukang Ojek

      March 18, 2014 at 12:06 pm

      pake mio awet

       
  2. mubarok01

    October 1, 2013 at 3:28 am

    setuju, Mio Adiku yg ada di artikel tersebut juga masih bagus

     
  3. hsdgja

    November 3, 2013 at 9:44 am

    betul yamaha memang bagus kok

     
  4. ridwan

    November 27, 2013 at 7:33 am

    hampir smua mtr di rmhku yamaha..cma ak lbh ska vixion.

     
    • mubarok01

      November 28, 2013 at 3:15 am

      Vixion juga bagus,,,saya pilih Byson bro..terimakasih sdah berkunjung

       
  5. street fighter

    February 3, 2014 at 12:37 pm

    bagusan beat fi ane gan
    bandel
    kenceng
    udah itu tarikanny mantap
    ditambah gayany yg sporti dan irit bbm(terbukti beat iu irit ketimbang yang laen)

     
    • mubarok01

      February 26, 2014 at 3:15 am

      iya, beat juga bagus

       
  6. Erwin

    March 24, 2014 at 1:56 pm

    Ya yamaha lebih irit dri yg saya duga, krna Mio CW 2010 saya dipake Bandung-Wonosobo (+400km) cuma ngehabisin Rp.50.000 (premium 1L=6.500) jd skitar 7,5Literan . . . Prcya ga prcya trgantung anda, saya alami sndiri PP 3kali

     
    • mubarok01

      April 2, 2014 at 4:01 am

      soal irit juga tergantung kondisi jalan, kemampuan yang mengedarai dll,,tapi saya setuju kalau mio irit kok

       
  7. Erwin

    March 24, 2014 at 1:59 pm

    Ya yamaha lebih irit dri yg saya duga, krna Mio CW 2010 saya dipake Bandung-Wonosobo (+400km) cuma ngehabisin Rp.50.000 (premium 1L=6.500) jd skitar 7,5Literan . . . Prcya ga prcya trgantung anda, saya alami sndiri PP 3kali.
    Merk laen ga mampu gan apalg Beat paman ane abisin Rp.70.000 Bdg wonosobo, tadinya ane suka ama style beat tpi mio lebih baiklah

     
    • mubarok01

      April 2, 2014 at 4:02 am

      Saya sekarang pakai vario, lebih boros sh, cuma buat bawa barang bisa lebih banyak

       
  8. tio

    April 11, 2014 at 3:33 pm

    Aku pake byson th 2013 mas, memang masih mengandalkan karburator. Nyatanya aku isi premium 50rb (sekitar 7.5 liter) cukup untuk 1 minggu . Aku pake kerja harian, nganter jemput nyonya. 1 hari aku jalan 37 km PP. Aku bilang irit, knapa aku bilang irit ? Soalnya jalan macet tiap hari, boncengan pula. Soal riding jgn tanya lagi mas. Byson memang handal untuk handling karena dibekali ban besar. Pede lah dijalan kalo udah bawa byson. (Pede soal gaya, bukan kebut2an). Sipp lah pokok’e

     
    • mubarok01

      April 23, 2014 at 5:28 am

      betul mas, byson memang mantep dijalanan gagah

       
  9. mujiyanto

    November 27, 2014 at 5:58 am

    harga juale jatuh banget bro disolo mio th 2013 fi cuma 9 jeti bandingindg beat 2011 masih 12an jeti

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Open Mind

Sabar dan Syukur sebagai bekal kehidupan

HaMaZza's Blog

Berbagi Inspirasi, Cerita & Pengalaman

belalang cerewet

semua dicatat agar awet

momtraveler's Blog

my love ... my life ....

software4ku

Bermacam - macam software dan program, Tips dan trik

Let's remind each other...

..yuk saling mengingatkan..

All Words

Motivation Comes From The Words and Yourself

~Harap dan Terus Berharap~

tak ada yang bisa sobat dapatkan disini selain setetes ilmu dan keinginan untuk merajut benang-benang ukhuwah

Umarat's Blog

"Biasakanlah Yang Benar, Jangan Benarkan Kebiasaan"

Postingan Dunia

Dunia Membutuhkan kita

%d bloggers like this: