RSS

Keterciptaan Ruang Publik Penglaju

18 Apr

“Perjalanan naik bus dari Banyumanik menuju Kaligawe menggambarkan keterbentukan ruang publik”
Perkembangan kota mengubah pola kehidupan warga sebuah kota. Pertambahan jumlah penduduk butuh peningkatan sarana dan prasarana. Kebutuhan perumahan, pekerjaan, dan transportasi meningkat dari tahun ke tahun. Perkembangan infrastruktur acap tak mampu mengikuti perkembangan sehingga menimbulkan beragam persoalan.

Salah satunya adalah kemacetan yang melanda kota-kota besar, seperti Semarang, Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta. Dalam konteks Semarang, beberapa tahun lalu ketika kondisi jalanan belum semacet sekarang perjalanan Banyumanik-Kaligawe hanya butuh 20 menit menggunakan kendaraan pribadi.

Sekarang, ketika jalanan sudah macet, bisa sampai 1 jam. Tiap pagi kemacetan terjadi berbarengan dengan masa pergi ke sekolah dan tempat kerja. Sore hari kemacetan muncul berbarengan dengan masa pulang kerja. Kondisi ini menyajikan fenomena menarik yaitu pilihan untuk nglaju Banyumanik-Kaligawe memanfaatkan bus luar kota yang lewat tol.
Pilihan ini lebih realistis ditimbang dari segi waktu dan biaya. Dengan naik bus luar kota dari arah Solo, Purwokerto/ Cilacap, atau Yogyakarta, kita hanya butuh waktu 20-30 menit untuk sampai Kaligawe. Orang beragam profesi memilih memanfaatkan transportasi ini alih-alih menggunakan kendaraan pribadi.

Simbiosis mutualistis antara awak bus dan penglaju (commuter) menumbuhkan harmoni sosial. Bus yang menuju Terminal Terboyo biasa menurunkan penumpang luar kota di Banyumanik atau Jalan Sukun.
Setelah itu bus ke Terboyo. Kondisi bus yang sudah berkurang penumpangnya inilah yang dimanfaatkan penglaju untuk menuju Kaligawe.

Bagi awak bus, keberadaan penglaju ini juga bisa menambah pemasukan. Pertumbuhan penglaju Banyumanik-Kaligawe ternyata melahirkan beragam kegiatan ekonomi.

Salah satu bisnis yang berkembang adalah penitipan motor. Sebagian besar penglaju berasal dari Banyumaik, Tembalang, Gedawang, Pudakpayung dan sekitarnya.

Di Banyumanik ada beberapa tempat penitipan motor, di antara dekat lampu merah dan sebelah jembatan penyeberangan. Beragam usaha jasa juga tumbuh di Kaligawe. Keberadaan penglaju menghidupkan bisnis ojek dan angkutan kota. Bus luar kota menjadi pengumpan (feeder) bagi moda transportasi lain.

Tahapan Keakraban
Setelah turun dari bus mereka melanjutkan perjalanan ke tempat kerja memanfaatkan jasa ojek, angkota, atau taksi. Lokasi pekerjaan di wilayah Lingkungan Industri Kecil (LIK) Bugangan Baru Kaligawe, Pasar Johar, atau Pelabuhan Tanjung Emas membutuhkan sambungan transportasi lain. Manfaat lain yang muncul adalah berkurangnya kemacetan.
Keterciptaan komunitas baru dari proses nglaju ini ternyata bukan sesederhana masalah naik bus, lalu selesai, bukan pula sekadar hitung-hitungan ekonomi. Perjalanan naik bus dari Banyumanik menuju Kaligawe menggambarkan keterbentukan ruang publik pada masyarakat urban.

Bus menjadi ruang publik dan penglaju mendiskusikan beragam masalah. Dalam proses komunikasi, tahapan-tahapan keakraban dan pengembangan hubungan menunjukkan proses rutin, terus-menerus, dan bersifat arbitrer. Perjalanan Banyumanik-Kaligawe memang tidak lama, lewat tol hanya sekitar 20-30 menit, bergantung kemacetan jalan. Singkatnya waktu ternyata diwarnai beragam obrolan, guyonan, atau curhat permasalahan sehari-hari.
Ruang publik mengandaikan posisi yang setara di antara partisipan komunikasi. Mereka bebas mengutarakan pendapat tentang segala sesuatu tanpa harus takut intimidasi dari pihak lain.

Kondisi ini bisa terwujud lewat percakapan singkat di dalam perjalanan bus. Berkomunikasi dengan orang lain untuk mengungkapkan ide, gagasan, atau sekadar mengungkapkan perasaan tetap menjadi kebutuhan manusia. (10)

Artikel saya tersebut dimuat di Harian Suara Merdeka, 18 April 2013

Link: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/04/18/222129/Keterciptaan-Ruang-Publik-Penglaju

 
Leave a comment

Posted by on April 18, 2013 in CampurSari

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Open Mind

Sabar dan Syukur sebagai bekal kehidupan

HaMaZza's Blog

Berbagi Inspirasi, Cerita & Pengalaman

belalang cerewet

semua dicatat agar awet

momtraveler's Blog

my love ... my life ....

software4ku

Bermacam - macam software dan program, Tips dan trik

Let's remind each other...

..yuk saling mengingatkan..

All Words

Motivation Comes From The Words and Yourself

~Harap dan Terus Berharap~

tak ada yang bisa sobat dapatkan disini selain setetes ilmu dan keinginan untuk merajut benang-benang ukhuwah

Umarat's Blog

"Biasakanlah Yang Benar, Jangan Benarkan Kebiasaan"

Postingan Dunia

Dunia Membutuhkan kita

%d bloggers like this: