RSS

Wisma 276

22 Apr

Lahir dari keluarga yang sederhana membuat saya tidak berani bermimpi terlalu tinggi. Sama seperti teman-teman di kampung saya, sekolah formal ibarat hari-hari yang dilalui sambil menunggu tulang dan badan kuat untuk bekerja di sawah. Hampir semua teman-teman sebaya saya hanya lulus sekolah di tingkat SMP, setelah itu ya terjun ke sawah, bertani, kerja serabutan atau apapun yang bisa menghasilkan uang. Melihat fenomena itu motivasi dan harapan saya sempat tiarap, ah sekolah pintar juga tetap harus putus di tengah jalan. Namun dalam hati sesungguhnya masih ada asa menyala untuk berubah, meraih sukses. Perjumpaan saya dengan Pak Bambang guru Bahasa Indonesia di SMP mulai membuka jalan itu. Di suatu pagi Pak Bambang masuk kelas sambil membawa sebuah majalah pendidikan. Kemudian beliau menunjukkan sebuah tulisan karyanya yang dimuat di majalah tersebut. “Lihat tulisan ini,bapak dapat uang 75 ribu dari menulis di majalah ini”. Kata-kata Pak Bambang membuat mata saya terbelalak, sementara sebagian teman-teman saya di kelas menganggapnya biasa.

Itulah moment penting ketika saya tahu bahwa karya tulis bisa menjadi jalan untuk sukses. Saya menggantungkan cita-cita tinggi, harus bisa sekolah sampai jenjang pendidikan tertinggi. Modalnya ya dari menulis. Jadi semenjak SMP saya mulai membuat beragam tulisan mulai dari cerpen, cerbung, artikel, essai, puisi dan ikut berbagai lomba karya tulis. Melewati masa-masa memproduksi tulisan sampai di muat di media massa atau menang lomba memang tidak mudah. Entah tulisan saya yang ke berapa ketika berhasil di muat di media massa. Teringat hari yang membahagiakan itu ketika puisi saya dimuat di sebuah majalah remaja. Momen itu membuat saya semakin yakin kalau impian untuk terus sekolah bukan hal mustahil. Perjalanan saya dari SMP, SMA sampai lulus perguruan tinggi tidak lepas dari hasil dunia tulis menulis.

Honor menulis di media massa dan hadiah lomba karya tulis menjadi bekal untuk membiayai pendidikan saya. Jalan meraih kesuksesan itu bukan tanpa onak dan duri. Rasa sakit, pedih, capek, bosan, patah semangat adalah teman sehari-hari yang harus dihadapi. Disini sebenarnya ujian kepantasan yang harus kita hadapi. Pantaskah kita menjadi orang yang sukses kalau kita tidak mampu menempuh segala syarat untuk sukses. Kalimat tersebut selalu saya pegang. Setiap orang pantas sukses selama ia menempuh usaha dan doa sehingga ia pantas menerima kesuksesan tersebut.

Jangan lupa dibalik cerita sukses yang kita raih selalu ada orang-orang yang tulus ikhlas membantu kita untuk mencapainya. Bagi saya, doa dan restu dari orang tua adalah modal utama untuk sukses. Bimbingan dan dorongan dari orang yang di sekitar kita juga penting. Bagi saya motivator sukses yang mengenalkan saya ke dunia tulis menulis salah satunya adalah Pak Bambang, guru saya di SMP. Di masa kuliah teman-teman kos Wisma 276 adalah pribadi-pribadi luar biasa yang mendorong saya untuk sukses. Motivasi dan dorongan mereka menjadi bahan bakar yang tidak pernah habis.

 
Leave a comment

Posted by on April 22, 2013 in CampurSari

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Open Mind

Sabar dan Syukur sebagai bekal kehidupan

HaMaZza's Blog

Berbagi Inspirasi, Cerita & Pengalaman

belalang cerewet

semua dicatat agar awet

momtraveler's Blog

my love ... my life ....

software4ku

Bermacam - macam software dan program, Tips dan trik

Let's remind each other...

..yuk saling mengingatkan..

All Words

Motivation Comes From The Words and Yourself

~Harap dan Terus Berharap~

tak ada yang bisa sobat dapatkan disini selain setetes ilmu dan keinginan untuk merajut benang-benang ukhuwah

Umarat's Blog

"Biasakanlah Yang Benar, Jangan Benarkan Kebiasaan"

Postingan Dunia

Dunia Membutuhkan kita

%d bloggers like this: