RSS

Peduli Saja Tidak Cukup

03 May

Kalau ditanyakan seberapa penting keberadaan hutan bagi kehidupan manusia, jawabannya pasti= penting.

Manusia bisa dikelompokkan dalam beberapa kategori untuk memberikan jawaban “penting” tersebut. Jawaban ini setidaknya muncul karena beragam alasan dan kepentingan, diantaranya:

1. Mereka yang tinggal di kawasan hutan, seperti masyarakat adat tertentu, atau mereka yang berada dekat dengan hutan. Keberadaan hutan tentu sangat vital bagi mereka. Hutan adalah sumber kehidupan langsung yang menopang kebutuhan mereka sehari-hari. Misalnya bertani, berburu, mengambil kayu bakar dan kebutuhan hidup lainnya yang dipenuhi oleh hutan tempat mereka tinggal. Persoalan hutan adat juga selalu menarik diperbincangkan. Ada sekitar 33 ribu desa yang berada di dalam atau disekitar hutan menuntut kepastian hukum. Bagi mereka yang rumahnya dekat hutan juga pasti sangat berkepentingan dengan kelestarian hutan. Bayangkan aja kalau hutan gundul, terus hujan deras, banjir bandang dan longsor tiba. Tempat tinggal dan lingkungan mereka bisa hancur berantakan dilanda banjir dan longsor.

2. Perusahaan atau perorangan yang mendapat keuntungan dari eksploitasi kekayaan hutan. Yang ini sudah pasti akan menjawab penting keberadaan hutan. Soalnya mereka berkepentingan untuk mengekploitasi kekayaan hutan entah kayu atau sumber daya alam yang terkandung di dalamnya.

3. Mereka yang sadar keberadaan sebagai jantung dunia. Tanpa hutan bumi ini akan semakin rusak. Udara yang sudah kotor dengan beragam pencemaran akan membunuh manusia. Makanya mereka sangat perhatian untuk melestarikan hutan. Kelompok yang ini bisa terdiri dari para ilmuan, pecinta lingkungan, akademisi atau masyarakat umum yang sadar pentingnya keberadaan hutan.

Kalau semua mengatakan hutan itu penting, terus apa yang harus dilakukan. Aapakah peduli saja sudah cukup? atau sebaliknya kepedulian saja tidak cukup?. Kondisi inilah yang nampaknya banyak terjadi di sekitar kita, semua orang mengatakan hutan itu penting dan kemudian mereka mengatakan kalau “kami peduli hutan”. Kepedulian saja tidak cukup untuk melestarikan hutan kita. Penggundulan hutan yang terjadi secara masif membutuhkan lebih dari sekedar kepedulian. Kenapa peduli saja tidak cukup?

1. Mereka yang menggunduli hutan itu juga peduli. Dalam pikiran mereka kalau hutan habis terus apa lagi yang bisa saya gunduli, apalagi yang bisa saya jual, darimana lagi saya mendapat keuntungan berlimpah. Kepedulian mereka sebatas pada kepentingan pribadi semata. Jadi mereka sangat perhatian juga kalau hutan itu tetap ada dan produktif sehingga mereka tetap bisa mengeruk keuntungan

2. Peduli saja hanya melahirkan euforia kesedihan atau justru menumbuhkan sikap pesimis, tidak melahirkan sebuah tindakan nyata. TErkadang kepedulian saja justru menghentikan tindakan nyata karena mereka beranggapan kalau saya sudah peduli ya sudah cukup. Setidaknya kalau saya ditanya orang saya jawab kalau saya peduli hutan.

Terus kalau peduli saja tidak cukup, apa yang semestinya kita lakukan?. Setelah, selanjtunaya harus diikuti dengan tindakan nyata untuk menyelematkan hutan kita.

Apa alasanya kita harus menyelamatkan hutan, kan repot, buang waktu, tenaga, toh kita tidak terkena dampak langsung kehilangan hutan?. Mungkin ini yang ada di benak sebagian kita. Saya tidak tinggal di dalam hutan atau sekitar hutan, ya peduli saja sudah cukup lah.

Pikiran-pikiran dan anggapan seperti itu harus dikikis habis dari benak sebagian besar kita. Kalaupun kita sekarang tidak tinggal di dalam hutan atau di sekitar hutan bukan berarti kita tidak akan terkena dampak dari hancurnya hutan Indonesia.

Tataplah baik-baik wajah adik kita, anak, istri dan cucu kita. APakah kita rela kalau kelak mereka tinggal di negara yang sudah hancur hutannya sehingga udara, air dan tanahnya tidak layak untuk ditinggali. Warisan kehidupan apa yang akan kita berikan pada generasi penerus bangsa ini kalau kita biarkan kerusakan hutan terjadi terus menerus. Karena itu partisipasi nyata dari setiap lapisan masyarakat sangat diperlukan untuk memastikan hutan kita akan tetap lestari.

Berikut beberapa hal yang bisa kita lakukan. Sesuaikan dengan kondisi kita masing-masing dan mulailah bergerak ntuk melakukan perubahan, terlibat dalam pelestarian hutan kita.

1. Pantau kebijakan, peraturan atau produk perundangan yang dikeluarkan pemerintah. Bagi yang mengaku intelek harus memantau kebijakan pemerintah dari nasional sammpai desa ada nggak kebijakan yang berpotensi merusak hutan

2. Gerakan hutan kota. Bagi yang tinggal di perumahan dan kota-kota besar berpikirlah untuk membuat hutan kota. MUlailah untuk menanam, berkebun dan ajaklah tetangga kiri kanan kita. Hutan kota akan membantu memperbaiki kualitas udara yang kita hirup sehari-hari. Gerakan ini bukan sesuatu yang mustahil, jadi ayo kita lakukan.

3. Manfaatkan sosial media seperti twitter, facebook, blog atau BBM yang kita punya untuk menggerakkan orang lain guna melestarikan hutan. Selama ini gerakan yang dibangun melalui sosial media terbukti cukup ampuh untuk menggerakkan orang di dunia nyata.

4. Ajari anak-anak kita, atau keponakan atau anak-anak di lingkungan tempat kita tinggal untuk mencintai hutan, mencintai pohon dan biasakan mereka sejak dini untuk melakukan tindakan nyata.

Untuk memastikan kelestarian hutan kita, dibutuhkan tekad, kemauan dan tindakan nyata dari segenap elemen bangsa ini. Sekecil apapun tindakan nyata kita, akan berpengaruh terhadap kelestarian hutan sekaligus memberikan warisan kehidupan bagi anak cucu kita generasi yang akan datang.

Sumber bacaan:

http://hutanindonesia.com/desa-di-wilayah-hutan-33-000-desa-tuntut-kepastian-status-hukum/

 
Leave a comment

Posted by on May 3, 2013 in CampurSari

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Open Mind

Sabar dan Syukur sebagai bekal kehidupan

HaMaZza's Blog

Berbagi Inspirasi, Cerita & Pengalaman

belalang cerewet

semua dicatat agar awet

momtraveler's Blog

my love ... my life ....

software4ku

Bermacam - macam software dan program, Tips dan trik

Let's remind each other...

..yuk saling mengingatkan..

All Words

Motivation Comes From The Words and Yourself

~Harap dan Terus Berharap~

tak ada yang bisa sobat dapatkan disini selain setetes ilmu dan keinginan untuk merajut benang-benang ukhuwah

Umarat's Blog

"Biasakanlah Yang Benar, Jangan Benarkan Kebiasaan"

Postingan Dunia

Dunia Membutuhkan kita

%d bloggers like this: