RSS

Dari Dunia Fantasi Hingga Pasar Seni

13 May

(Urgensi Peran Ancol Untuk Menyukseskan Kurikulum 2013)

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) berencana untuk mengaplikasikan kurikulum baru mulai tahun ajaran 2013/2014. Penerapan kurikulum baru tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Bagi sebuah bangsa kualitas sumberdaya manusia yang dimiliki merupakan asset terbesar untuk maju dan berkembang. Karena itu setiap bangsa mempersiapkan diri dengan seksama agar kualitas sumber daya manusia senantiasa meningkat. Pendidikan dijadikan sebagai jalan untuk membentuk dan mengembangkan segenap potensi yang dimiliki oleh rakyatnya. Investasi sumber daya manusia menjadi pokok persoalan yang berusaha dipecahkan oleh setiap bangsa.

Untuk mengimplementaasikan kurikulum 2013 ada tiga langkah yang telah disiapkan oleh Kemdikbud. Pertama penyiapan buku pegangan dan buku murid, kedua pelatihan guru dan ketiga pelatihan tata kelola satuan pendidikan. Dari ketiga langkah tersebut tahapan pelatihan guru perlu mendapat perhatian lebih mengingat guru menjadi aktor penting bagi keberhasilan pendidikan. Kemdikbud merencanakan untuk melakukan pelatihan guru dengan tiga jenjang mulai dari pelatihan instruktur nasional, guru inti (master teacher) hingga pelatihan guru nasional. Sebanyak 666 instruktur nasional akan dilatih pada bulan April 2013. Kemudian mereka akan melatih sekitar 46.213 guru inti pada bulan Mei. Dilanjutkan pelatihan guru kelas dan mata pelajaran yang akan dilakukan secara massal di bulan Juni 2013.

Titik berat kurikulum
Keberhasilan pendidikan sesungguhnya tidak cukup hanya dibebankan kepada pemerintah. Ada peran-peran penting dari orang tua, keluarga dan lingkungan dalam mendukung proses keberhasilan pendidikan. Inti kurikulum 2013 yang menekankan penyederhanaan, tematik dan integratif membutuhkan sinergi peran di sekolah dan di rumah. Titik berat kurikulum 2013 pada kemampuan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan) ide dan gagasan membutuhkan pendampingan lebih seksama. Sekolah tidak bisa berdiri sendiri untuk mengembangkan potensi peserta didik tersebut. Keterlibatan guru di rumah yang mampu melakukan tugas selayaknya guru di sekolah sangat diperlukan.

Titik berat pada kemampuan observasi, bertanya dan bernalar tidak bisa diperoleh hanya dengan mengikuti pelajaran di sekolah. Siswa harus dibiasakan untuk melakukan pengamatan beragam fenomena di sekitarnya. Di sekolah mereka terbatas pada fenomena-fenomena rutin yang biasa mereka hadapi. Sementara di rumah dan lingkungan tempat tinggalnya mereka akan menghadapi fenomena yang lebih beragam. Bagaimana mereka mampu mengonservasi, bertanya dan bernalar sangat dipengaruhi bagimana keluarga dan lingkungan mengasah kemampuan tersebut.

Ketika di lingkungan tempat tinggalnya terjadi wabah demam berdarah misalnya, apa yang bisa dilakukan oleh seorang siswa?. Mereka bisa mengobservasi mengapa fenomena tersebut terjadi. Kemudian bertanya kepada ahli di bidang kesehatan dan kemudian berfikir apa yang bisa mereka lakukan untuk mengatasi persoalan tersebut. Kemampuan ini tentunya membutuhkan bimbingan dan pendampingan orang tua. Sekolah kemudian menjadi tempat akumulasi dari beragam pengamatan dan menularkan dalam forum-forum diskusi yang lebih ilmiah.
Kemampuan lainnya yaitu mengkomunikasikan ide dan gagasan membutuhkan pembiasaan dan pendampingan. Kemampuan berkomunikasi di depan umum tidak cukup dengan pengetahuan teoritis semata tetapi membutuhkan praktek yang rutin. Kebiasaan untuk menyampaikan ide dan gagasan di depan umum dengan sendirinya akan melatih mental dan keberanian mereka.

Di sekolah mereka dilatih untuk mengkomunikasikan ide dan gagasan di depan teman-teman sekolah. Sementara ketika kembali ke rumah dan lingkungan dimana mereka bisa mengasah kemampuan tersebut?. Persoalan ini tentunya hanya bisa dijawab dengan peran serta orang tua dan lingkungan dimana siswa berada. Seorang ibu bisa membiasakan putra-putrinya untuk mengkomunikasikan ide secara sistematis di lingkup keluarga. Dalam pertemuan keluarga besar misalnya, mereka bisa mengasah kemampuan tersebut dengan tampil menjadi pembawa acara, pengisi sambutan dan peran lain yang bisa mengasah kemampuan berkomunikasi. Di lingkungan tempat mereka tinggal, acara seperti lomba peringatan Kemerdekaan Indonesia, pertemuan RT, dan karang taruna juga bisa tempat mengasah kemampuan berkomunikasi. dan di depan audiens yang jumlahnya. Upaya-upaya tersebut tentunya hanya bisa dilakukan dengan pendampingan orang tua dan kesempatan yang diberikan oleh lingkungannya.

Peran Ancol

Ancol merupakan salah satu obyek wisata terpopuler di Indonesia. Ribuan pengunjung selalu memadati Ancol setiap kali liburan atau event-event tertentu seperti tahun baru. Berkaca pada titik berat kurikulum 2013 yang menekankan pada kemampuan kemampuan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan) ide dan gagasan maka dukungan dengan dari segenap elemen bangsa sangat diperlukan.

Berikut ini akan diuraikan satu per satu titik berat tersebut beserta peran-peran yang bisa dillakukan oleh Ancol untuk mendukung kesuksesan kurikulum 2013.

a. Kemampuan observasi
Fasilitas yang dimiliki oleh Ancol sangat mendukung untuk mengasah kemampuan siswa melakukan observasi. Salah satunya adalah fasilitas Ocean Dream Samudra. Tempat ini bisa dimanfaatkan untuk melakukan beragam observasi di bidang biologi, kelautan dan aneka satwa, yang ada di dalamnya. Ocean Dream Samudra Ancol yang diresmikan pada Juni 1974 sebagai perwujudan cita cita Gubernur Ali Sadikin akan perlunya sarana rekreasi untuk mengenalkan kepada masyarakat tentang laut beserta potensinya.
Dibentuklah Dewan Curator yang terdiri dari Rektor Universitas terkemuka di Indonesia (Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor, dll).

Berikut ini beberapa atraksi yang ada di Ocean Dream Samudra Ancol

Pentas Aneka Satwa
Salah satu atraksi di Ancol

Beragam kekayaan satwa dan wahana yang ada di Ocean Dream Samudra Ancol sangat penting untuk melatih observasi para siswa.

Wahana lain yang termasuk legendaris adalah DUnia Fantasi. Dunia Fantasi yang dibuka untuk umum pada 29 Agustus 1986, dan popular dengan sebutan Dufan, merupakan theme park pertama yang dikembangkan oleh Ancol. Dufan merupakan pusat hiburan outdoor terbesar di Indonesia yang memanjakan pengunjung dengan Fantasi Keliling Dunia, melalui berbagai content wahana permainan berteknologi tinggi, yang terbagi dalam 8 kawasan, yaitu: Indonesia, Jakarta, Asia, Eropa, Amerika, Yunani, Hikayat dan Balada Kera. Perseroan juga menjadikan Dufan sebagai salah satu pusat edutainment yang ada di Ancol yakni dengan dibukanya Fisika Dunia Fantasi (Fidufa) dan Pentas Prestasi. Dufan telah memiliki sertifikat ISO 9001:2008 sejak 2009.

Dunia Fantasi bukan sekedar tempat hiburan tetapi bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan imajinasi siswa. Dengan melihat beragam wahana dan atraksi yang ada di DUfan siswa bisa mengamati beragam peristiwa yang relevan dengan ilmu pengetahuan yang diterimanya.

Wahana lain yang juga bermanfaat untuk merangsang imajinasi siswa adalah Pasar Seni. Pasar Seni adalah salah satu tempat wisata di kompleks Taman Impian Jaya Ancol. Merupakan tempat berkarya, pementasan, tempat pameran, dan tempat berjualan benda-benda dan kegiatan kesenian.

Dengan melihat dan mengamati beragam aktifitas di Pasar Seni otak kanan siswa akan terangsang daya kreatifnya. Hal ini sangat penting aga keseimbangan potensi kemampuan anak dapat tumbuh maksimal. Pelajaran di sekolah yang cenderung mengutamakan potensi otak kiri, akan semakin lengkap dengan kemampuan observasi yang mengedepankan potensi otak kanan. Kreatifitas yang muncul dari otak kanan akan menghasilkan sesuati yang baru, berbeda dari biasanya.

b. Kemampuan bertanya
Untuk menumbuhkan kemampuan bertanya dibutuhkan rangsangan dari luar agar anak bisa mengembangkan imajinasi. Rangsangan tersebut berguna untuk melatih kepekaan menangkap fenomena dan mempertanyakan secara logis beragam fenomena tersebut. Misalnya, setelah menonton pentas lumba-lumba mereka bisa bertanya banyak hal yang menggabungkan antara beragam pengetahuan. Kemampuan bertanya menunjukkan sikap kritis siswa terhadap rangsangan yang datang

c. Bernalar
Dalam proses inqury sebuah keilmuan, tahapan observasi, bertanya dan bernalar merupakan sebuah kesinambungan. Setelah siswa mampu melakukan observasi, mengajukan beragam pertanyaan maka tahapan selanjutnya adalah bernalar untuk menemukan beragam solusi terhadap persoalan yang dihadapi. Kontinuitas bernalar tersebut membutuhkan input data yang memadai. Selain itu juga bimbingan dari berbagai pihak. Observasi yang dilakukan di sekitar Ancol kemudian dilanjutkan dengan proses bertanya. Tahap penyimpulan merupakan akumulasi dari kedua proses tersebut. Mereka berfikir dan mengembangkan daya kritis sehingga didapatkan sebuah kesimpulan untuk mengembangkan pengetahuan yang telah diperoleh

d. Mengkomunikasikan ide dan gagasan
Meengungkapkan ide dan gagasan menjadi point penting dalam proses pengembangan kemampuan setiap siswa. BAnyak siswa yang pintar tetapi tidak memiliki kemampuan untuk mengungkapkan ide dan gagasan. Sehingga kreatifitas dan kemampuan mereka tidak bisa ditunjukkan kepada orang lain. PRoses mengkomunikasikan ide dan gagasan membutuhkan percaya diri dan kemampuan komunikasi yang baik. Kemampuan ini tentu membutuhkan proses latihan dan arena yang memungkinkan mereka untuk menunjukkan kemampuan tersebut. Untuk mengasah kepekaan dibidang seni bisa memanfaatkan Pasar Seni. Ancol menawarkan beragam panggung untuk mengasah kemampuan komunikasi.

Untuk mendukung keberhasilan rencana tersebut, Ancol bisa mempersiapkan Paket wisata edukasi yang terstruktur, misalnya pas liburan. Dengan melibatkan praktisi dan pakar pendidikan menyusun sebuah program yang relevan dengan pendidikan. Jadi ancol menjadi sebuah kawasan pendidikan yang sangat bagus. Ancol bisa mengundang guru, merumuskan paket wisata yang bisa menunjang pelaksanaan kurikulum 2013. Program lain misalnya mengadakan kemah ilmiah, atau kedai ilmiah yang memungkinkan siswa untuk lebih banyak mengeskplorasi potensi Ancol.

Sumber tulisan:

http://www.ancol.com
http://www.kemdiknas.go.id

 
Leave a comment

Posted by on May 13, 2013 in lomba kary tulis

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Open Mind

Sabar dan Syukur sebagai bekal kehidupan

HaMaZza's Blog

Berbagi Inspirasi, Cerita & Pengalaman

belalang cerewet

semua dicatat agar awet

momtraveler's Blog

my love ... my life ....

software4ku

Bermacam - macam software dan program, Tips dan trik

Let's remind each other...

..yuk saling mengingatkan..

All Words

Motivation Comes From The Words and Yourself

~Harap dan Terus Berharap~

tak ada yang bisa sobat dapatkan disini selain setetes ilmu dan keinginan untuk merajut benang-benang ukhuwah

Umarat's Blog

"Biasakanlah Yang Benar, Jangan Benarkan Kebiasaan"

Postingan Dunia

Dunia Membutuhkan kita

%d bloggers like this: