RSS

Sejarah pergerakan perempuan Indonesia

06 Jun

Di Indonesia, gerakan perempuan Indonesia ibarat sebuah perjalanan, sudah menempuh jarak yang cukup jauh dan panjang. Mengalami masa pasang, dan terjebak dalam kesurutan. Tenggelam atau ditenggelamkan. Aktor-aktornya, pupus dan tumbuh lagi. Keberhasilan gerakan demokratik 1998 telah memberikan sumbangan yang luar biasa bagi meluasnya organisasi perempuan. Namun, tantangan baru mulai tumbuh, yaitu meluasnya organisasi namun tidak diikuti dengan meluasnya gerakan (politik) perempuan. Situasi ini berkonsekuensi pada lemahnya posisi politik perempuan di hadapan negara, sehingga sangat gampang dikooptasi oleh alat-alat politik (khususnya partai politik) lama yang tidak benar-benar memperjuangkan pembebasan perempuan. Hanya ”menyajikan” perempuan di dalam struktur kepengurusannya sebagai sarana penambahan suara saja. Oleh sebab itulah, pembangunan dan perluasan gerakan perempuan menjadi faktor kunci dalam melakukan perubahan. Tidak ada perubahan bagi perempuan tanpa suatu gerakan.

Gerakan perempuan Indonesia memang telah mewarnai perjalanan sejarah bangsa. Pada masa perjuangan kemerdekaan, beberapa tokoh perempuan berada di garis depan perjuangan melawan penjajah. Pada masa mempertahankan kemerdekaan tokoh-tokoh perempuan berpartisipasi dan menyebar di berbagai bidang. Masa Orde Baru pergerakan perempuan menyelusup diantara instansi-intansi dan mewarnainya dengan isu-isu keperempuanan. Pada masa reformasi hingga saat ini, pergerakan perempuan justru semakin nyata di dunia politik. Dan bentuk gerakannya semakin beraneka ragam dan meluas.
Gerakan perempuan di Indonesia telah menorehkan sejarah yang khusus bagi Indonesia, Asia, bahkan dunia. Gerakan perempuan Indonesia dapat ditelusuri bahkan jauh sebelum Indonesia terbentuk, yaitu sejak jaman Kartini, kolonial, dan dilanjutkan pada masa pascakolonial (sekitar jaman Kemerdekaan, Orde Lama, Orde Baru, dan Era Reformasi). Kehidupan perempuan Indonesia masa kini, khususnya dalam bidang politik dan hukum, dapat ditelusuri benang merahnya dari sejarah masa lalu.

Dalam penelusuran tentang sejarah pergerakan perempuan Indonesia, banyak ditemui nama-nama perempuan yang juga ikut dalam perjuangan menegakkan keadilan, baik bagi posisi perempuan sendiri, maupun bagi bangsanya secara keseluruhan. Murniati (2004: 121-127) menyebutkan bahwa terdapat empat periode sejarah gerakan perempuan Indonesia, yaitu: (1) masa prakemerdekaan, (2) masa kemerdekaan dan masa Orde Lama, (3) masa Orde Baru, dan (4) masa Reformasi. Berikut deskripsi masing-masing periode (Firdaus dan Hartini, 2003: 65; Wulan, 2008: 122; Dewi, 2007: 60-62) :

 
Leave a comment

Posted by on June 6, 2013 in CampurSari

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Open Mind

Sabar dan Syukur sebagai bekal kehidupan

HaMaZza's Blog

Berbagi Inspirasi, Cerita & Pengalaman

belalang cerewet

semua dicatat agar awet

momtraveler's Blog

my love ... my life ....

software4ku

Bermacam - macam software dan program, Tips dan trik

Let's remind each other...

..yuk saling mengingatkan..

All Words

Motivation Comes From The Words and Yourself

~Harap dan Terus Berharap~

tak ada yang bisa sobat dapatkan disini selain setetes ilmu dan keinginan untuk merajut benang-benang ukhuwah

Umarat's Blog

"Biasakanlah Yang Benar, Jangan Benarkan Kebiasaan"

Postingan Dunia

Dunia Membutuhkan kita

%d bloggers like this: